Tatang dengan batang satawar,
Datang-lah tuan, datang-lah nyawa,
Datang membawa ubat penawar. [1012]
In the other quatrains the 1st and 3rd lines are the same as the 1st
and 3rd of the first quatrain respectively; the 2nd and 4th lines
only are given, accordingly, as follows:--
Tatang dengan kait padi-nya, [1013]
Datang dengan baik hati-nya.
Tatang dengan tunjang nyirih
Datang dudok bermakan sirih.
Tatang dengan lembah paku-nya,
Datang dengan tengkah laku-nya.
Tatang dengan kait-kait-nya, [1014]
Datang dengan baik-baik-nya.
Tatang dengan batang 'bola-nya, [1015]
Datang dengan ayah bunda-nya.
Tatang dengan chandit-chandit-nya,
Datang dengan gundek chandek-nya.
After these seven quatrains the following is added:--
Telipok bunga telipai,
Bunga kantan kembang di hulu,
Bangun bertepok membuang limbei
Anak jantan sahaja bagitu.
Here "rise and dance" (bangkit menari), saying:--
Mari-lah Inche, mari-lah Tuan,
Jangan-lah leka jangan-lah lalei,
Turun meniti tali Bayu,
Jangan leka di gundek chandek.
Jangan leka di hamba sahya.
Here call the spirit-steeds:--
Mari-lah kuda Lengkong Pulau
Mari-lah kuda Nibong Hangus,
Sa'ekor-nya kuda Lang Jengkat
Sa'ekor-nya kuda Raja Jin Peria. [1016]
[ccxii] Sucking Charm [p. 449.
Serapah Mengalin
Al-salam `aleikum, Bisa di bayang,
Bisa jangan bersenang lagi,
Bisa jangan bernaung lagi,
Bisa jangan olang-olitan,
Bisa di-puput Bayu lalu,
Bisa di-puput Mambang Kuning,
Mati di-sambar kilat tanglong,
Mati di-sambar kilat senja,
Mati di-panah halilintar,
Mati di-timpa ujan lebat
Mati di-ampuh ayer bah,
Mati di-tunda undong-undong
Mati di-alun tepong pelunas,
Kabul berkat, d. s. b.
[ccxiii] The Dough figure [p. 452.
Kretas Si Layang-layang,
Layang lalu ka-dalam mangko',
Terlintas saperti bayang-bayang,
Aku mengenakan do`a Bintang Mabok.
Bintang Mabok di kiri-ku,
Bulan ampat-blas di kanan-ku
Payong Si Lanchang melintang aku,
Kabul-lah berkat la-ilaha, d.s.b.
[ccxiv] Orang Riang Semangat [p. 456.
Pisau raut, pisau renchong,
Terselit kapada dinding;
Hantu laut, hantu kampong,
Inchit-lah angkau, nyah-lah angkau deri-sini
Jangan-lah angkau kundang semangat Si Anu itu,
Pulangkan-lah balik
Masok sifat jasad Si Anu itu,
Dudok-lah angkau tetap-tepap
Mana mana yang datang, jangan 'kau ikut.
Berkat la-ilaha, d.s.b.
For other charms connected with the medical or magic treatment of
the soul, vide secs. vi-viii, supra and cclxv-cclxxv, infra.
[ccxv] Medicine
Senna.--As an example of the present state of medical science among
the Malays, the following translation of instructions for the use of
a well-known drug may be of interest. It will be seen that it cures as
many diseases as some of the patent pills of modern advertisements. The
mention of grapes, dates, and pomegranates as ingredients may show
that the Malay prescription is itself a translation from Indian or
Arabic sources:--
"This is designed to explain the virtues of the senna of Mecca (daun
sana-makki), which is famous among all doctors of experience.
"First. Take some senna leaves with their stalks and bark, pound
the whole up fine, and then weigh out a quantity as heavy as three
Java duits. Let this be mixed with honey. If this is swallowed,
its properties are to cause all diseases of the chest to disappear.
"Second. Mix the senna leaves with moist sugar. If this is taken
internally, the effect is to expel cold from the body and to give
strength to the organs.
"Third. Mix the senna leaves with sugar candy. This gives strength
to the bones.
"Fourth. Mix the senna leaves with clarified butter and moist sugar. If
this is taken for three days it will get rid of all bad humours in
the body, and will give health.
"Fifth. Mix the senna leaves with fresh butter to which no salt has
yet been added. The properties of this mixture are to cure headaches
and to cleanse the brain and to remove any bad taste in the mouth.
"Sixth. Mix the senna leaves with curds. This mixture operates as an
antidote to poison and prevents evil consequences from it.
"Seventh. If senna be taken with goat's milk, it will cause an
accession of strength, though complete weakness existed just before.
"Eighth. If senna be taken with dates, everything offensive is removed
from the mouth, and the body is made healthy, and a good appetite
is established.
"Ninth. If senna be taken with pomegranates, the body becomes strong,
and though the patient may be old, nevertheless there is an addition of
strength, and the organs of the chest are cleansed, and the appetites
are stimulated.
"Tenth. If senna be taken with grapes, it gives light to the eyes
which were dim. This is proved by experience.
"Eleventh. If senna be drunk with vinegar, it cures fever accompanied
by shivering and trembling of the bones, and expels all mischief from
the stomach, and cleanses the organs of the chest.
"Twelfth. If senna leaves be taken with orange juice, all internal heat
is removed, and a man who was before quite thin will speedily grow fat.
"Thirteenth. If senna is drunk with dew, the eyes become bright
and clear.
"Fourteenth. If senna is taken in water in which pomegranate peel
has been boiled, it cures dysentery.
"Fifteenth. If senna is boiled with cocoa-nut water and taken
internally, it will cure diabetes and gravel, by the will of God ever
to be praised and Most High."
Thus the properties of the senna of Mecca are concluded under fifteen
headings. [1017]
Specimen Words of the Spirit Language used by Pawangs
[ccxvi] Bhasa Hantu
English. Malay. Spirit Language.
betel-leaf sirih merak b'layang
bird burong simbangan
blood darah kasai
candle lilin talong
cane-sugar juice ayer tebu tuwak (tuak)
child anak demit
daylight siang sinar
dead mati merat
dwelling-place tempat tinggal jinjangan or sandaran
eye mata bintang
fish ikan sampah laut or daun kayu
fowl ayam mendong
head kapala hulu
house rumah balei
ill sakit 'rayu
jar buyong lobok
life nyawa kelbu
lightning kilat panah lodan
night malam silam
pig babi pandak kaki
rice b'ras gandum or jer'ba
sleep tidor merapat bintang
spear lembing tohok
thunder guroh lodan
tobacco tembakau ranting berjela
water ayer jamjam
wind angin bayu
wood kayu jetun or jeitun
Dances
[ccxvii] [p. 464.
The Gambor Dance (Main Gambor) should be illustrated by the Sha`ir
Radin, which, however, is far too long to be given in extenso.
It begins:--
Anggrek dewana berjambangan,
Kapala Gempa Raja Wolanda;
Tabek Tuan Dewa Kayangan,
Handak di-sambut Paduka chunda.
Anggrek dewana tengah sagara,
Selang berawan di-makan kuda;
Tabek Tuan Dewa Udara
Di-pohunkan turun chunda anak'nda.
Anggrek dewana diatas papan,
Jatoh sa-kaki di-makan kuda;
Tabek Tuan Batara Kuripan,
Di-pohunkan Tuan sakalian anak'nda.
Anggrek dewana di tengah sagara,
Daun di-makan burong Garuda;
Tabek Tuan Batara Indra,
Di-pohunkan turun Paduka anak'nda.
Anggrek dewana di-sambar helang,
Bunga-nya habis di-makan kuda;
Tabek Tuan Batara Gugelang,
Di-pohunkan turun Paduka anak'nda.
Anggrek dewana Naga Sari,
Meraksi kain Wolanda;
Tabek Tuanku Batara Sari,
Di-pohunkan turun Paduka anak'nda.
The ending is:--
Anggrek dewana berjambangan,
Kapal kembali lalu ka Jawa;
Tabek Tuanku Dewa Kayangan,
Sudah kembali chunda anak'nda,
Anggrek dewana di tengah sagara,
Sedang berdaun di-makan kuda;
Tabek sakalian isi Udara,
Sudah kembali chunda anak'nda.
Adoh Pekulun Sang Perbu,
Mu terjalan Dewa Kayangan
Semperna pekulun Batara Guru,
Sudah kembali chunda sakalian.
Jangan Tuan berpauh (?) padi,
Jikalau bidok serempu juga;
Jangan-lah Tuan berjauh hati,
Jikalau hidup bertemu juga.
Tanam kembili didalam jambangan,
Anak rusa memakan rumput;
Kembali-lah Tuan orang kayangan
Esok lusa pula 'ku jemput.
[Tamat-lah Sha`ir Dewa Kayangan,
Tamat didalam balei pengadapan;
Serta meminta' bias kasihan
Kapada tuan wakil karaja'an.
Tamat kapada hari-nya Khamis,
Perkata'an banyak tiada berjenis;
Didalam masa dudok menulis
Terkenangkan sakit penghabis-habis]
[ccxviii] Monkey Dance Invocation [p. 465.
Main B'rok
Lok Lok, Si Mundi,
Si Mundi, Si Munaya!
Datang Berok Tunggal
Menggunchang-gunchang tanggok.
Tanggok siapa ini?
Tanggok Si Mara Pati.
O lambak! O lambai!
Si Olong meniti batang,
Titi teranggok-anggok.
'Ku mimpi Dayang ku mimpi
'Ku mimpi bayok-nya [1018] Berok!
Ka serok, [1019] ka serangan,
Ka sambar, ka si mukan!
'Ku tengo' ka danau
Antah Berok, antah bukan.
Daun dedap, daun simpor,
Tertudong ladang kami
Lelap-lelap nenek tidor
Dengarkan b'rita kami.
Hendik! Hok!
[ccxix] Palm-blossom Invocation [p. 466.
Main Mayang
Di-anggit mayang di-anggit,
Di-anggit di pantat pasu,
'Ku panggil dayang 'ku panggil,
'Ku panggil turun bersatu.
'Ku anggit mayang 'ku anggit,
'Ku anggit di poko' tua,
'Ku panggil dayang 'ku panggil
'Ku panggil turun berdua.
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di poko' geliga
'Ku panggil dayang 'ku panggil,
'Ku panggil turun bertiga
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di poko' perepat,
'Ku panggil dayang 'ku panggil
'Ku panggil turun berampat.
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di poko' delima,
'Ku panggil dayang 'ku panggil
'Ku panggil turun berlima.
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di poko' kerenam,
'Ku panggil dayang 'ku panggil
Bidadari turun beranam.
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di pangkal buloh
'Ku panggil dayang 'ku panggil
Bidadari turun bertujoh.
Pinjam tukol pinjam landasan
'Nak menukol tengko' Pari
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol pinjam landasan,
'Nak menukol belakang Pari,
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol pinjam landasan,
'Nak menukol gelabang Pari,
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol pinjam landasan
'Nak menukol kapala Pari,
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol pinjam landasan
'Nak menukol gerongok Pari,
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol, pinjam landasan
'Nak menukol ensang Pari,
Pinjam dusun, pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol, pinjam landasan
'Nak menukol ekor Pari,
Pinjam dusun, pinjam 'laman,
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali halia,
Dapat sa-jari dua jari,
Chhari-chhari padang mulia
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali bunglei
Dapat sa-jari dua jari,
Chhari-chhari padang yang selesei
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali serei
Dapat sa-jari dua jari,
Chhari-chhari padang yang sukor,
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali temu
Dapat sa-jari dua jari
Chhari-chhari padang yang jemor
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali kunyit
Dapat sa-jari dua jari
Chhari-chhari padang yang sulit
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali lempoyang
Dapat sa-jari dua jari
Chhari-chhari padang yang loyang,
Menurunkan anak bidadari.
Tatang puan, tatang cherana,
Tatang di tengah taman,
Datang-lah tuan, datang-lah nyawa,
Datang-lah dudok di tengah 'laman.
Tatang puan, tatang cherana,
Tatang puan pagi hari,
Datang-lah tuan datang-lah nyawa,
Datang naik membasoh kaki.
Tatang puan tatang cherana
Tatang bidok di selasar
Datang-lah tuan datang-lah nyawa
Datang dudok 'nak bentang tikar.
Tatang puan tatang cherana
Tatang dengan kait padi-nya,
Datang-lah tuan datang-lah nyawa
Datang dengan baik hati-nya.
Tatang puan tatang cherana
Tatang bidok S'ri Rama,
Datang-lah tuan datang-lah nyawa
Datang-lah dudok bersama-sama.
Tatang puan, tatang cherana
Tatang dengan tunjang nyiris (nyirih)
Datang-lah tuan datang-lah nyawa
Datang-lah dudok makan sirih.
Tatang puan tatang cherana
Tatang dengan lembah paku-nya,
Datang-lah tuan datang-lah nyawa,
Datang dengan tengkah laku-nya.
[Maka turun-lah Bidadari bertenggek diatas mayang itu]
'Ku lansar mayang ku lansar
'Ku lansar ka chawan puteh,
Di-hantar Dayang di-hantar
Di-hantar ka awan puteh.
'Ku lansar mayang ku lansar
'Ku lansar ka chawan hitam,
'Ku hantar Dayang 'ku hantar
'Ku hantar ka awan hitam.
'Ku lansar mayang 'ku lansar
'Ku lansar ka chawan hijau
'Ku hantar Dayang 'ku hantar
'Ku hantar ka awan hijau
'Ku lansar mayang 'ku lansar
'Ku lansar ka chawan biru.
'Ku hantar Dayang 'ku hantar,
'Ku hantar ka awan biru.
'Ku lansar mayang 'ku lansar
'Ku lansar ka chawan merah.
'Ku hantar Dayang 'ku hantar
'Ku hantar ka awan merah.
'Ku lansar mayang 'ku lansar
'Ku lansar ka chawan ungu,
'Ku hantar Dayang 'ku hantar
'Ku hantar ka awan ungu.
'Ku lansar mayang ku lansar
'Ku lansar ka chawan kuning
'Ku hantar Dayang ku hantar
'Ku hantar ka awan kuning.
[ccxx] Fish-trap Invocation [p. 468.
Main Lukah
Tahaseh! Tahaseh!
Mak Si Banding siat lukah,
Jumpa bemban sikutari
Kalau 'nak menengo' lukah menari.
'Nak menengo' kaya Allah.
Ka cheti kambing ka cheti
Ka tasek ka gumba jangan,
Ingat-ingat dalam hati
Kata-ku tadi lupa jangan.
Ka kebun kita ka kebun
Jangan di-beli mangko' kerang,
Berhimpun kita ka-balei Dato'
Mak Si Banding gila sa'orang.
Hilir lorah, mudik lorah,
Siku bemban sikutari
Kalau ada di-pemudah
'Nak menengo' lukah menari.
[ccxxi] Di-bisekkan
"Jangan 'kau bri malu,
Bangkit-lah menari."
Bangkit-lah dia.
[ccxxii] Alternative Version
Silawasi tahu Dandi asal jadi,
Dudok di balci kota mangka,
Lima raut, raut rotan,
Kalau rautan penjalin lukah,
Ka'lukah si-bagei Allah.
Kachiti kambing kachiti
Puchok katari lumba jangan.
Pikir-pikir didalam hati
Bisek nan tadi lupa jangan.
Hilir lorah mudik lorah
Dapat bemban ya-ka-tari,
Menchoba pakeian Allah,
Menengo' lukah menari.
Tang terbalik tergelintang
Dua di batang bertindeh juga,
Bagei tabek bagei bintang
Lukah melenggang bagei naga.
Agai-agai perembek pagai
Perembek tumboh di mata-nya,
Suroh pulang de' nan langkai,
Lukah lupa di-kata-nya.
Kerembek kerembang batang
Penyajar sawah teruka
Suroh pulang de'nan langkai
Tersirak darah di muka,
Kumbang menengong di buloh minyak
Jangan tegak termenong lukah de' orang banyak.
Theatrical Exhibitions
[ccxxiii] Invocation used when opening a Theatre for the Ma'yong
[p. 504.
Bacha'an Pawang handak membuka Panggong main Ma'yong
Al-salam `aleikum, ibu deri bumi bapa ka langit! Jangan bertulah papa
sagala pa'yong, ma'yong, pran tua, pran muda, jangan-lah menggoda
seksa pada sakalian kaum kawan ma'yong, dengan karna bukan aku mari
mengadu bijak pandei pitah itu-pun tidak deri ta`lok sini. Jikalau aku
mari deri sini aku handak deripada harap adek kakak tuan penghulu dan
jangan-lah siapa aniaya dengki khianat pada sakalian kawan pa'yong
ma'yong samua sakali dengan pran tua muda dengan panjak pengantin
sakali dengan Sri Gemuroh Sri Berdengong. Jangan bri rosak binasa
berchachat chela jangan di-bri pa'yong ma'yong bersumbing runting dan
jangan bri chachat chela dan jangan bri berpening ralu dan berchochak
tikam panas hangat pun jangan dan jangan bri bersenak tajam dan bri
berhalun susun dan cherah chirit dan sangkak sebak itu-pun jangan
dan jangan bri bermuntah cherah itu-pun jangan berbrat patah itu-pun
jangan lengoh lumpoh itu-pun jangan, 'nak minta' segar dikar `adat
zaman sedia kala 'nak minta sejok dingin saperti ular chintamani.
Al-salam `aleikum hei Awang Itam, Raja di Bumi, mu jangan terkejut
tergemam dan mu jangan berpungoh juah karna mu berjalan ikut urat tanah
dan mu beradu di pintu bumi dan bukan-nya aku mari mengadu bijak itu
dengan mu karna aku 'nak tumpang manja dan berkirim diri sendiri maka
aku 'nak minta'-lah kapada mu berundor bertiga langkah ampat buchu
perbaruan dan mu jangan kasana kasini aku 'nak kirim pa'yong ma'yong
sakalian pran tua muda dengan panjak pengantin aku tahukan [1020]
baik pada diri-mu dan jangan-lah aniaya dengki khianat dan mu jangan
bertimpah langgar dengan sakalian pa'yong ma'yong dan panjak pengantin
dan pran tua dan muda dan ka-samua sakali dengan orang yang menengo'
dan ka-samua sakali dengan tuan ramah tuan kampong dan mu jangan bri
pening ralu berchochak tikam dan berketik gigi dan bergatal ming
dan panas pedis pun jangan, 'nak minta' biar sejok dingin saperti
ular chintamani.
Al-salam `aleikum, 'ku 'nak gunchang deri galanggang sini ampat
pendahap dan ampat penjuru `alam. Mana-mana yang kramat ampat pendahap
ampat penjuru `alam yang disini, jangan-lah terkejut tergemam dan
jangan-lah berpungoh juah dan jangan-lah murih marah karna bukan-nya
hamba mengadu bijak deri ta`lok sini dalam kampong sini maka hamba
mari 'nak melepas deripada harap hajat adek kakak tuan penghulu
sini maka 'nak tumpang-lah deripada nenek yang kramat sini serta
manja dan berma' du' handak berkirim diri sendiri serta handak-lah
berkirim ma'yong pa'yong kapada nenek yang kramat disini ka-samua
sakali dengan panjak pengantin pran tua dan pran muda 'nak minta'
jangan-lah dengki aniaya khianat pun dan jangan-lah bri rosak binasa
dan minta' deripada nenek sakalian kaum budak nenek jangan-lah bri
budak nenek berlak pajan dan 'nak minta'-lah deripada nenek jangan bri
rosak binasa berchela chachat sakalian puak ma'yong dan 'nak minta'
biar sejok dingin saperti ular chintamani.
Al-salam `aleikum 'ku 'nak gunchang deripada nenek 'ku yang bernama
Petra Guru, guru awal mula menjadi dan jadi-nya itu dengan jasad
jadi. Maka Guru bertapa didalam baluh bulan dan Guru ber`amal
didalam kendong matahari dan Guru 'ku berbajukan manik hijur dan Guru
'ku berdarah puteh bertulang tunggal beroma songsang berurat kajur
bertengko' itam lidah fasih ayer lior pun masin. Dengan karna nenek
ku orang bersidi sakti sabarang pinta' sabarang menjadi dan barang
kahandak barang buleh maka nenek pun jangan bertulah papa kadapatan
seksa pada sakalian pa'yong ma'yong sakalian panjak pengantin dan pran
tua pran muda dan minta' nenek hulor kaki kaki hamba sujud dan hulor
tangan tangan hamba jabat hamba handak minta' penawar puteh medong
bersila deripada nenek yang sendi-sendi kramat hamba 'nak minta'
nenek turunkan tiga titek serta dengan kasaktian mu hamba 'nak perchik
sakalian pa'yong ma'yong pran tua pran muda ka-samua sakali dengan
panjak pengantin dan nenek jangan-lah bri berosak binasa dan nenek
jangan-lah berlak pajan 'nak minta' jangan-lah bri rosak binasa chachat
chedra sakalian pa'yong ma'yong. Maka sakarang handak grakkan pa'yong
ma'yong deri anjong tujoh astana tujoh mahligei tujoh astana yang
atas astana yang awalan awal mula menjadi dengan jasad jadi. Maka aku
'nak buka-lah pintu anjong astana yang tujoh pintu yang berselak. Aku
'nak buka deri luar lantas ka dalam anjong tujoh astana tujoh. Maka
terbuka-lah dengan pintu hawar nafsu dan terbuka sakali dengan sir
(?) pintu e`tikad dan pintu chinta berahi dan terchinta-chinta
siang menjadi malam makan ta' kenyang tidor ta' jendra ingat ta'
ingat dengar ta' dengar tengo' ta' tengo. Maka aku grak deri luar
lantas ka dalam anjong tujoh astana tujoh. Jangan du' ralib tidor
beradu! Jaga sa'orang, jaga ka-samua mendengar khabar tutor-'ku! Jaga
mendengar petutoran-'ku! Karna tutor-'ku tiada gha'ib dan berasa-'ku
tiada lelap jajaran-'ku tiada luput. Maka jaga-lah pa'yong menjembakan
pa'yong, jaga ma'yong menjemba ma'yong, jaga pran bersama pran, jaga
juru gendang bersama juru gendang, jaga juru gong bersama juru gong,
jaga pengantin bersama pengantin, jaga panjak bersama panjak! Jangan
berlak pajan, jangan berosak binasa dan jangan bri sumbing runting
berchachat chela sakalian pa'yong ma'yong sagala kawan ma'yong mana
yang didalam perbaruan. [1021]
[ccxxiv] The Same Ceremony as described by 'Che Hussein [p. 511.
Pasang lilin tiga batang, satu minta' ampun kapada kramat yang memegang
tanah disini, satu pada guru kita (Batara Guru), satu kapada sagala
jin ma'yong. Sudah itu, menepong tawar, katakan:
Invocation to the Earth Spirit(s)
Panggil Hulubalang (Jin Tanah)
Hei Hantu Tanah, Jembalang Tanah!
Aku tahu asal 'kau jadi:
Bintang Timor asal 'kau mula jadi.
Berkat Dato' Batara Guru,
Dato' jangan menyakitkan,
Dato' jangan membisakan,
Dato' jangan membengkakkan:
Biar suka sagala hamba Allah
Mendengar permainan kita!
[ccxxv] To Batara Guru
To charm (jampi) the Lime
Sama Raja-nya (Batara Guru)
Hei batang bernama Raja Berdiri,
Akar bernama Raja Bersila,
Kulit bernama Raja Bersenam,
Dahan bernama Raja Bersula, [1022]
Daun bernama Raja Berpanah,
Panahkan sakalian hati ummat Muhammad!
Hei Siti Terjali nuri Muhammad!
Angkau melemahkan sagala hati ummat Muhammad,
Yang kasuka dengar permainan kita.
Kalau angkau ta' sukakan,
Aku sumpah dengan kata Allah.
[ccxxvi] To the Kramat
Kapada Kramat
Hei Jin Tanah! undor angkau tiga tapak
Ampat penjuru `alam
Tujoh jerong dulapan desa;
Aku 'nak minta' buka panggong!
Jangan 'kau membri sakit demam, pening, kelu,
Kapada panjak pengantin, yang bermain sakalian-nya,
Yang pukol buloh, yang gesek rebab,
Pran tua, pran muda.
[ccxxvii] Perkata'an Kapada Kramat
Kramat di kampong, tabek di kampong!
The next six lines are similar, only substituting for the word kampong
the words (1) padang, (2) rimba, (3) gunong, (4) pulau, (5) laut,
(6) darat, respectively.
Tabek sa'orang samua rata!
Mana sebut, ta' tahu nama,
Mana sembah, ta' tahu tempat.
Hamba 'nak mohun tempat bermain.
Jangan bri sakit demam, pening, kelu
Sagala panjak pengantin, d.s.b.
[Ambil] dua biji limau purut gantong satu didalam gong betina, dan
gantong satu lagi pada timbal ayer mengadap barat tepat, sebab limau
poko' ma'yong: [1023] berubat pun pakei, 'nak chuchi perkakas pun
pakei limau: di-sebut-nya:--
Hei limau purut, limau kak lelang! [1024]
Bukan aku menanam limau,
Semurah yang menanam limau.
[ccxxviii] Another Invocation to the Black Genie
Al-salam `aleikum hei Jin Hitam berhati hitam,
Berjantong hitam berpeparu hitam,
Berhampedu hitam bergigi jongan,
Berdada merah beroma songsang,
Bertulang tunggal saribu rupa,
Saribu jenis saribu maya,
Saribu jadi jangan 'kau menggoda seksa
Pada tuboh badan diri hamba Allah ummat Muhammad anak chuchu Adam:
Sah pindah-lah 'kau pada tempat yang awal!
Kalau ta' pindah
Derhaka 'kau pada Allah dengan berkat la-ilaha, d.s.b.
[ccxxix] Invocation to the Sheikhs of the Four Corners of the World,
etc.
Al-salam `aleikum Sailillah berkat Sheikh ampat penjuru `alam!
Al-salam `aleikum Sailillah berkat Sheikh `Abdul Kadir!
Al-salam `aleikum Sailillah berkat Sheikh `Abdul Muri!
Al-salam `aleikum Sailillah berkat Sheikh `Abdul `Ali!
Hei Jin Puteh membawa sagala kaum puak-mu!
Hei Jin Hitam Sahalilintar Sarukup Rang Bumi!
Hei Jin Hitam Sagertak Rang Bumi!
Hei Jin Hitam Sagunchang Rang Bumi!
Hei Jin Hitam Satumbok Rang Bumi!
Hei Jin Hitam tujoh bersaudara!
Al-salam `aleikum hei Sang Gala Raja Jin!
Anak Raja Jin bernama Jin Bala Saribu!
Al-salam `aleikum hei anak Raja Jin bernama Jin Hitam Sa Lakun
Darah!
Al-salam `aleikum hei Jin Hitam Sagempar `alam yang bernama
Jin Tunggal!
Al-salam `aleikum hei Jin Tanah!
Aku tahukan asal nama bapa-mu:
Sang Gala nama bapa-mu,
Sang Gading nama ibu-mu!
Hei Jin Tanah, Jembalang Tanah,
Hantu Tanah, Jembalang Bumi,
Hei Jin di Padang, Jembalang di Padang,
Al-salam `aleikum hei Raja Jin bernama Jin Panah Lanjuna!
Mu-lah membawa sagala Jin yang di kampong Jembalang di kampong,
Mari blaka ka-samua kechil besar tua dan muda
Tepok-tepak, tempang, buta, rungga, meraba,
Mari trimakan jamuan aku ini
Dengan berkat la-ilaha, d.s.b.
[ccxxx] Specimen of a Ma'yong Song [p. 513.
Lagu dudok atau bertabek (Patani tua)
(Siapa-siapa pun buleh juga bernyanyi)
Abong e-e dondang dang dondang dondang we dondang dondang yong de-de
he-he de-de abong hilang rayuk [1025] timbul timbul tersebut jaman
(=zaman) dang d'ulu yong we de de-de abong ada d'ulu ada sakarang
hubong berhubong hikayat ma'yong yong we de-de abong e s(i)apa
menengar hikayat ma'yong s'apa b'las s'apa ta' rawan yong we de abong
we bagei burong chandrawangsih bagei ular we chintamani yong we de
abong we bagei ambun katujoh titek jadi pengasoh di badan hamba yong
we de de-de abong we chari di laut dapat di laut tujoh hari berjalan
jauh yong we de abong we tujoh hari berjalan jauh re(z)ki ta' putus
sapanjang jalan yong we de abong we ruyak hilang berita timbul timbul
tersebut sabuah negri yong we de abong we negri b(h)aru bersalin raja
dudok beradu di balei besar yong we de: habis.
War and Weapons
[ccxxxi] Charms to render a Warrior more formidable [p. 522.
Penggagah
Hei, Bali-Bali, aku tahu mula asal mu jadi,
Ruh Jenaban asal mula mu jadi;
Turun ruh Jenaban ka pusat aku,
Naik darah brani ka muka aku!
'Ku tentang matahari yang katujoh,
Tiada tertentang satru lawan-'ku!
Ah! aku 'rimau angkau anjing!
Dengan berkat, d.s.b.
Here draw a long breath, putting the tip of the tongue up to the roof
of the mouth (tongkatkan lidah di langit-langit mulut).
[ccxxxii] Penggagah
Hinei di-surat, [1026] bacha de' ha, [1027]
'Ku asal lulus, [1028] Si Dayang Melena,
Di-soroki mati, di-langkah patah,
Aku mengenakan do`a Baris Si Kembang Maiat.
HAH! HAH! HAH!
Kai `Ali, gentar `Ali, gentar bumi!
Aku `Ali, memakei petenggang raya besar!
Nyah angkau! Nyah `Ali! (sic)
HAH! HAH! HAH!
[ccxxxiii] Penggagah [p. 523.
Bismillahi 'l-rahmani 'l-rahimi!
Urat batu menikam batu,
Batu di-tikam, batu blah,
Papan di-tikam, papan timbus,
Ayer di-tikam, ayer kring,
Bumi di-tikam, bumi tembok,
Rumput di-tikam, rumput layu,
Gunong di-tikam, gunong runtoh,
Langit di-tikam, langit runtoh,
Tegak terdiri di halaman `Ali.
Sifat aku sifat Allah
Sifat didalam kandang Kalimah
La-ilaha-illa-'llah!
Hu Allah! Hu Allah!
Lesong besi, anak tembaga,
Ah(?) kuat-'ku saperti Baginda `Ali,
Gagah-'ku saperti ummi Fatimah!
Aku besi, tulang aku tembaga,
Aku bernama harimau Allah
Hah! Berkat la-ilaha, d.s.b.
[ccxxxiv] Penggagah
Bismillah, d.s.b.
Allahu, ya tuanku
Ta' junjong Nabi Muhammad, in [1029]-lah guru-ku,
Sangka [1030] mata, jadi pendinding api naraka,
Hu Allah! Hu Allah Samad!
Tinggi 'ku, tinggikan besar-'ku,
Besarkan aku bernama Hak Allah
Sifat-'ku sifat Allah
Sifat didalam kandang Kalimah,
La-ilaha, d.s.b.
Hu! kulit ku tiada membri jalan,
Jalan tiada membri kulit;
Bernama belulang kering
Dengan berkat, d.s.b.
[ccxxxv] Penggagah
Hei Blah Balu dudok telapak tangan kanan-'ku,
Hei Blah Balu dudok telapak tangan kiri-'ku,
'Nak turunkan darah gemburoh ka pusat aku,
Naik darah brani ka muka aku,
Gentar hati sagala lawan-'ku,
Di-gentarkan Allah, d.s.b.
[ccxxxvi] Penggagah
Hong anak lampang [1031]
Lalu tegak di pintu raya besar
Tinju rejang [1032] aku lalu, ah lalu,
Panchong-ku panchong `Ali,
Panchong-ku saperti kumbang
Hinggap di ayer lagi kring,
Hinggap di batu lagi blah,
Hinggap di gunong lagi runtoh,
Hinggap di langit lagi tembok [1033]
Hinggap di bumi lagi lembang,
Kunum nyawa musoh satru lawan-ku,
Hanchor lulu saperti timah dalam perendangan
Saperti ambun di ujong rumput,
Di-bisakan Allah jari-'ku,
Di-bisakan Muhammad,
Di-bisakan Baginda Rasul Allah.
[ccxxxvii] Penggagah
Hong besi tang, [1034] tang besi,
Besi bertentang sangga ber'ja,
Sangga ber'ja, sangga bunoh!
Hei, Maya-maya,
'Ku titik, 'ku pijak-pijak,
Saperti bangkei tengah jalan,
Kabul aku memakei do`a membrat hati,
Brat saperti batu terbenam,
Brat saperti batu tersenjam,
Brat saperti kedei raya.
Brat saperti tangga maulana
Brat sa-brat bumi dengan langit
Kabul berkat, d.s.b.
[ccxxxviii] Pelawan
Tahan aku, menahan aku,
Datang Jat(?) [1035] bunga saribu;
Tala talor datang gajah sa'ekor
Tongkatkan halilintar `alamkan [1036] bayang-bayang 'ku;
Kukok ayam dalam telor,
Berkata maiat dalam kubor,
Jangan khianat madu(?) [1037] satru lawan 'ku.
[ccxxxix] Charm to destroy an Enemy
Tangkal Saudara Ampat
Al-salam `aleikum,
Hei Jin Tanah, Jembalang Tanah,
Jin Hitam, Si Ali Litar! [1038]
Bersaudara-lah angkau dengan aku
'Kau-lah yang aku harap:
Pergi-lah ambil nyawa orang itu,
Bawa-lah pergi kamana-mana!
Jikalau 'kau ta' mahu mengambil,
'Kau di-makan sumpah!
Karna apa sebab 'kau bersaudara dengan aku,
'Kau menunggoh [1039] di pintu pagar aku.
[ccxl] Measurement of K'ris [p. 530.
1. Measure the k'ris from the bottom of the blade (in the centre)
to the point with a thin strip of cocoa-nut leaf about half an inch
wide. Cut the strip to this length and fold it trebly; notch one
of the third parts at the fold; measure off the length of the two
remaining thirds on the blade from the bottom towards the point,
and mark the blade at this distance. Then measure off the remaining
third round the blade at this mark as follows:--See that its extreme
end exactly coincides with the left side of the blade, and stretch
it across the blade at right angles, bending the strip of leaf round
the edge at the exact spot reached on the opposite edge of the blade
by making a dent but not severing the leaf. Then measure it a second
time from the dent thus made, making a second dent on the strip at
the point reached. Repeat this a third time, making a third dent,
when the dent on the strip of leaf should be found to come exactly
in the centre of the blade, if the blade is a good one.
If it falls on either side it is bad, and if it requires four
measurements (instead of three) it is very bad, though five would be
good. There will never be more than five.
This measurement is called the Malay measurement (Ukoran Malayu)
as distinguished from
2. The Bugis' measurement (Ukoran Bugis), which is made nearer the
hilt, as follows:--Begin as before, but measure off the remaining
two-thirds from the point instead of the hilt. This will give a
mark farther up the blade, and the strip of leaf must then be folded
round the k'ris to see where the notch (between the second and third
divisions) will come on the blade. The number of times which the
breadth of the k'ris will go into the third division is now of no
importance. Merely measure from the end of the third division as
before, continuing until the notch is right over the blade. If it
comes at the left side of the blade it is good, but if in the centre
or on the right it is unlucky.
3. Another method, called Ukor Toh Mujud Dato' Lukut (the measurement
of Toh Mujud, chief or founder of Lukut), is used especially by
Selangor Malays. The story goes that Toh Mujud's wife was unfaithful
with a Kedah man, and that her husband, being jealous to desperation,
searched everywhere in vain for a k'ris which would settle his
adversary. At length, however, in a dream a vision appeared to him,
and told him to look for a k'ris sapukal in the possession of a man
who was digging up remis or tepeh (a kind of mollusc?). Toh Mujud
went accordingly to look for the man, and on meeting with one so
occupied at Pulau Labuhan Bilek, near Tanjong Tuan, found that he
had a very old and rusty k'ris, which he thereupon bought from him
for 25 cents. Armed with this k'ris Toh Mujud then found and slew his
adversary, and the proportions of the lucky weapon corresponded with
the measurement here given.
Fold the string or strip of leaf, and cut it in half. Take one of
the halves, fold it, and measure from the point upwards as far as it
will go. Mark the spot, and measure off the string in breadths of the
k'ris at that spot: there must be ten breadths, and at the measuring
of the tenth the end of the string must be in the centre of the blade,
if it is to be of any use.
Then take the other half, fold it also in two, and measure up from the
bottom of the blade as far as the folded string will go: there must be
seven breadths of the blade in the length of the half string, and the
end of the string should come within a hair's-breadth of the edge of
the blade, or, as the Malays say, "leaving space for an ant to pass."
4. Another method is known as the Ukoran Genap, or Ukor Mandar
(of Celebes).
Fold the string in two, and measure off the half-length thus obtained
on the blade, commencing at the bottom. Then see how many times the
breadth of the blade is contained in the whole length of the string,
which should be fourteen.
5. Another way of measuring, to see how many thumbs'-breadths there
are in the length of the blade, is as follows. It is not considered of
much importance:--Lay the right thumb across the foot of the blade near
the hilt, and the thumb of the left hand also on the blade immediately
above the other; continue placing the thumbs alternately one in front
of the other until the point is reached, repeating for the first
thumb's-breadth the word gunong (mountain), for the second runtoh
(fall), for the third madu (honey), for the fourth segara (ocean),
after which recommence with gunong, and so on. If gunong or madu
brings the thumb to the point the blade is a good one, but not if it
is runtoh or segara.
6. Another measurement is thus described:--Put the tip of the right
thumb upon the spot where the hilt joins the blade, with the back of
the first joint against the blade; next to this put the left thumb
horizontally across the blade, and continue to alternate the first
joint of the right thumb with the breadth of the left till the point
of the k'ris is reached, repeating as follows:--
For the length of the first joint of the right thumb berjong.
For the breadth of the left thumb berkapal.
And so on alternately sampan tunda.
ta' bertali.
berubong.
bertampal.
makan.
ta' terchahari.
The only good blades are those in which this method of measurement
gives berjong or berkapal at the point.
[ccxli] Fencing Terms
B'lah mumbang (lit. to split the young cocoa-nut), to cut straight
downwards.
Tebas (lit. to cut down undergrowth), to make a horizontal stroke.
Tebas sepak, to "cut" from left to right with an upward motion at
the end of the stroke.
Paras gantang, to "cut" from right to left with the back of the hand
turned downwards, as in "levelling a measure" of rice.
Panchong Malayu, to "cut" from right to left with an upward motion
at the end of the stroke.
Of "stabbing" strokes the following are the most important:--"Tikam
tunggal," "tikam beranak," "tikam sembor anak," and the "tikam tupei
terjun," the latter taking its name from the way in which the stroke
curves slightly downwards in the course of delivery, "like a squirrel
taking a header."
Divination and the Black Art
[ccxlii] To ascertain the Whereabouts of a Lost Piece of Property
[p. 534.
Al-salam `aleikum! Hei, Dato' Batara Guru?
Ini 'ku bagi makan!
Hei, Jin Tanah! Aku tahu asal 'kau [jadi]
Bintang Timor asal 'kau jadi,
Siti Terjali (?) nuri Muhammad raja-'kau,
Batara Guru hulubalang.
Inilah 'ku membri makan;
Minta tolong menilek barang.
(Here mention the article whose whereabouts you wish to ascertain.)
The Five Ominous Times
[ccxliii] Katika Lima [p. 545.
Katika Maswara
Ini pada menyatakan katika Maswara: jika berjalan bertemu dengan
orang kaya puteh kuning warna-nya atau melihat perampuan puteh kuning;
dan laba puteh jua, dan jika orang lari ka matahari hidop pergi-nya
pada rumah neschaya kadapatan jua; dan berniaga puteh, laba; dan
harta hilang, orang puteh kuning menchuri [dia?] di-taroh-nya pada
kapala-nya tidor tetapi berbulan maka dapat; jika khabar baik sunggoh
jika khabar jahat tiada sunggohan [1040] jika sakit sebab [? [1041]];
jika di-serang orang baik, jika menyerang orang tiada baik; jika
menyabong ayam puteh menang, hitam alah, jika marga [satwa?] puteh
di kanan hitam di kiri; jika zakat puteh kuning warna-nya saperti
amas dan perak dan di-brikan kapada fakir dan miskin.
As an illustration of the way in which Malay MSS. vary, another version
(from Naning, Malacca) is here given:--
Bab pada katika Maswara: kalakuan-nya puteh kuning; jika berjalan
bertemu dengan orang puteh kuning atau orang berbangsa pakeian-nya
puteh kuning; jika kita di-perjamu orang [pada] katika itu lemak manis,
jika mengadap raja-raja baik, atau barang kerja pun baik; jika warta
baik sunggoh, jika warta jahat tiada sunggoh; jika melawan orang ka
kanan `isharat-nya, jika di-riba-i hilang orang puteh kuning menchuri
dia di-bawa-nya ka hulu sungei, rumah-nya orang itu mardaheka tanda
itu tiada hilang atau lupa jua marah dia (?) jika sahya [la]ri ka
mashrik pergi-nya diam-nya kapada rumah orang tinggal, jika ka laut
`alamat di-tangkap orang sahya [la]ri itu, tiada hilang; jika berniaga,
beruleh laba; jika mendatangi, orang, baik; jika di-serang orang
tiada baik; jika menerka (?) puteh kuning deri kanan hijau deri kiri;
jika [membuat] bilah pandak deri kanan panjang deri kiri; jika biji,
genap bilang-nya; jika luka pada katika itu hingga lutut-nya ka bawah.
In the following sections the two versions have been combined: words
appearing in the Naning version only being in italics, words of the
other version only enclosed in round brackets, and the rest being
common to both versions:--
Katika Kala
Bab (ini) pada (menyatakan) katika Kala: kalakuan-nya hitam merah,
jika kita berjalan bertemu dengan orang jahat atau berklahi; jika kita
pergi pada suatu tidak baik atau tiada kita dapati; jika di-perjamu
orang kita [?] sayor atau daging; jika warta baik, tiada sunggoh; jika
warta jahat, sunggoh; jika kita mengadap raja atau orang kaya-kaya
pada katika itu baik kita berheibat-nya [1042] [?]; jika di-riba-i
hilang orang hitam memaling dia parut kapala-nya ka selatan di-bawa-nya
ikal rambut-nya, lagi kuasa bersumpah [?] orang itu; [?] (penchuri)
[?] (di-bawa-nya ka utara, tiada dapat lagi); jika sahya [lar]i ka
hilir pergi-nya lambat dapat, atau ka laut jika tiada di-ikut dalam
tiga hari neschaya jauh pergi-nya (dan) jika sakit pada katika itu
(pedih sakit-nya) hantu orang menyakat dia: akan penawar-nya ayam
hitam satelah genap tujoh hari maka di-mandikan `afiat uleh-nya; jika
menyerang baik, jika di-serang (orang jahat) tiada baik; jika menyabong
ayam hitam menang, puteh alah, telapi tatkala melepas dia jangan
mengadap ka barat; jika marga [1043] [satwa] hitam deri kanan puteh
kuning (hitam) di kiri (jika ... jahat); jika [membuat] bilah pandak
deri kanan panjang di kiri; biji tiada genap bilang-nya; jika luka
hingga pinggang ka bawah, (jika sakit akan ubat-nya hitam warna-nya;
jika kahilangan amas dapat, jika kahila[ngan] suasa tiada dapat).
Katika S'ri
Bab (ini) pada katika S'ri: kalakuan-nya puteh; (jika berjalan
bertemu dengan perampuan berbangsa; jika [be]niaga laba kita puteh;
jika hamba lari ka matahari mati pergi-nya, pada rumah orang banyak,
neschaya dapat jua insha'allah); jika kita di-perjamu orang lemak
susu atau ayam puteh; jika di-bri orang pun serta deripada puteh atau
kuning; jika di-riba-i hilang kanak [-kanak] perampuan memaling dia,
di-bawa-nya ka hilir di-taroh-nya kapada rumah orang berdinding papan
atau buloh; benda itu disana di-taroh-nya tiada akan hilang; jika sahya
lari pergi-nya ka maghrib jika ka baruh [?] di-tangkap orang kemdian
kembali [?] jua kapada ampu-nya sahya; jika warta baik sunggoh, jika
warta jahat tiada sunggoh; jika sakit pada katika itu penyakit-nya
pada blakang-nya lalu [ka] kapala-nya kapialu tiada mengapa segra
(baik) semboh; akan penawar-nya ayam puteh berchampor merah darah-nya
di-suratkan `azimat ini rajah-nya [here follow the magic letters];
jika berpiutang baik; jika mengadap raja pada katika ini baik; jika
mendatangi orang tiada baik; jika di-datangi orang pun baik, tetapi
jika melawan kapada tempat tinggi baik; [jika] menyabong ayam puteh
menang, hitam alah; tatkala melepas dia mengadap ka barat pakeian
handak puteh; jika (merga) [?] menerka puteh kuning (di) deri kanan,
merah (di) deri kiri; (jika [1044] harta hilang, perampuan menchuri dia
tiada mengapa, handak di [?] bersinggah [?] kembali); jika [membuat]
bilah pandak deri kanan panjang deri kiri; jika biji genap bilang-nya;
jika luka hingga prut ka dada-nya; (jika [sakit] akan ubat-nya puteh
warna-nya, tetapi sakit payah deripada sheitan; jika kekal hilang,
maka perampuan dapat jua-nya[?]).
Katika Brahma
Bab (ini) pada (menyatakan) katika Brahma: kalakuan-nya merah;
jika kita berjalan (-jalan) bertemu dengan orang (merah) bandahara;
bermula pada katika itu amat jahat; (atau berniaga laba merah; jika
belayer tiada karam padah-nya; atau bertemu dengan orang bergadoh,
kita pun berkalah pula; jika berburu beruleh daging); jika kita
di-perjamu orang dengan makanan merah atau daging; jika warta
(khabar) baik tidak sunggoh, jika warta jahat (tiada) sunggoh; jika
(herta) di-riba-i hilang pada katika itu (orang jilas [?] kalau pun
[?]) laki-laki merah kulit yang memaling dia atau rambut-nya jarang
merah atau mata-nya merah (menchuri dia) di-bawa-nya ka pohon kayn
hampir sungei di-taroh-nya (di-bawah [?] neschaya akan dapat jua;
jika berprang atau menyabong merah menang); jika sahya (hamba) lari
ka barat hala-nya, (hilang; jika kerbau [?] menjara (?) dapat;) jika
mengadap raja-raja pun jangan; jika handak pergi kapada kaluarga tiada
bertemu; jika menyerang orang baik; jika orang sakit pada katika itu
(handak di-pleherakan baik) ayam puteh berchampor merah hijau maka
di-buang-buang (adapun akan ubatan merah warna-nya; jika perampuan
sakit payah, tiada mengapa, adapun akan berbuat ubat perang warna-nya
tuboh-nya;) jika berebut beruleh luka; jika mata-nya kiri atau juru
[?] mata-nya kiri; jika menyabong ayam merah menang, ayam hijau alah;
melepas dia mengadap ka selatan; jika menerka [?] merah deri kanan
hijau deri kiri.
Katika Bisnu
Bab (ini) pada (menyatakan) katika Bisnu: kalakuan-nya hijau; jika
kita berjalan bertemu dengan ayer besar atau kita mendapat hujan
atau tabuan atau kita bertemu dengan orang (bermusoh) berklahi (kita
pun serta berkalah); jika kita di-perjamu orang, dengan sayor; jika
di-riba-i hilang laki-laki memaling dia atau hamba orang itu berparut
pada tuboh-nya; (jika hamba lari atau kahilangan harta itu di-bawa-nya
ka selatan pergi-nya tiada mengapa) benda itu di-taroh-nya di-bawah
kayu besar hijau daun-nya hampir sungei di-bawah kayu (di-bawa-nya ka
pohon kayu berpuchok merah atau pada orang itu hitam manis atau pada
rumah tempat tebing sungei, disana di-taroh-nya, neschaya kadapatan
jua jika kita berjalan kasana lagi pun ia menyebrang sungei besar;
atau [?] laba kita pun ayer madu atau ayer susu atau ayer chak
[?] jika [merga?] satwa [?] hijau di kanan, puteh di kiri; jika
belayer neschaya karam padah-nya, atau angin besar; jika sakit payah,
jika perampuan yang sakit tiada mengapa); jika khabar jahat, sunggoh,
jika khabar baik, tiada sunggoh; (jika kahilangan harta tiada akan
dapat, saperti jatoh ka dalam laut;) jika mengadap raja-raja berhenti,
lagi orang di-merka-i raja, atau kita melihat darah; adapun pada
katika itu jangan kita berjalan atau menebus sahya, jangan kita
mendatangi orang baik dan jika di-datangi orang tiada baik, berdiam
neschaya ada kuat-nya, tetapi barang mendahului menang, pakeian-nya
pun handak juga sa-lapis hijau senjata-nya busar baik; jika menerka
[?] hijau deri kanan puteh kuning deri kiri; jika [membuat] bilah
panjang deri kanan pandak deri kiri; jika luka lutut-nya ka-bawah:
Allahu a`lam (la hula wa lakut alah billah `aleyhi al-`athim: tamat).
[ccxliv] Extract from the "Ominous Moments" [p. 547.
Sa`at Yusuf and Sa`at `Azrail
Jika pada sa`at Yusuf itu baik, jika kita berjalan atau mengadap
pada orang besar pun baik, jika berniaga banyak laba salamat; jika
ada khabar jahat jadi baik-nya, jika ada khabar jahat [sic] jadi
sunggoh-nya; jika kahilangan amas atau perak tiada [di-]dapat-nya
tetapi ka timor pergi-nya, jika di-dapat-nya terlalu banyak bichara-nya
kemdian tiada di-dapat-nya; jika pergi prang salamat kita mengadap ka
barat dan sakalian-nya memakei pakeian kuning insha' Allah ta`ala. Jika
sa`at `Azrail itu jahat mengerjakan, yang baik jadi jahat dan datang
jamuan tiada buleh laba dan tetapi rugi [?]; baik jadi jahat dan
rugi yang mengambil itu orang banyak melainkan serahkan kapada Allah
subahanahu wa ta`ala dan sahaja-nya ia handak membunoh kita; dan jika
khabar baik tiada sunggoh dan khabar jahat sunggoh: jika kita pergi
prang banyak mati atau jadi rosakan kapada kita dan jika ada bichara
pada sa`at itu nantikan pada sa`at yang lain karna sa`at itu terlalu
jahat: tamat. [1045]
[ccxlv] Another System [p. 548.
Ahad Ithnain Thalatha Arba` Khamis Jum`at Sabtu
ampa aral bangkei rezki bangkei rezki ampa
bangkei rezki rezki ampa rezki ampa rezki
rezki bangkei aral bangkei aral bangkei aral
aral rezki ampa rezki ampa rezki rezki
rezki ampa rezki aral rezki aral bangkei
This table is read downwards, in columns. The parts of the day appear
to be the same as in the Katika Lima.
[ccxlvi] The Seven Time
Katika Tujoh
[There are two versions of this system differing entirely from each
other. The one has been alluded to in the text. The other has a
different order, and is given here. Besides these two there is yet a
third, which is much longer and goes into greater detail. It takes the
Celestial bodies in the reverse order, beginning with Zuhal (Saturn),
and ending with Kamar (the Moon).]
Bab ini pri mengatahui katika yang tujoh karna Allah ta`ala
menjadikan langit yang tujoh lapis dan bintang yang tujoh dan hari
yang tujoh. Adapun bintang yang tujoh pertama nama-nya Kamar: ia-nya
pada langit yang pertama, adapun warna-nya merah; apakala melangkah
kita pada katika itu, ada-lah barang yang bersua melainkan merah jua,
atau benatang atau buahan atau makan-makanan atau darah atau sakit
atau luka atau ajal-nya; maka jangan-lah melangkah pada katika itu
karna terlalu jahat katika itu.
Bab yang ka-dua, bintang Katib [1046] (?) nama-nya, diam-nya [pada]
langit yang ka-dua, warna-nya hitam; apakala kita [melangkah] pada
katika itu, ada-lah barang yang bersua hitam jua, atau orang yang
jahil atau benatang atau buahan atau makan-makanan melainkan hitam
jua bersua, barang kahandak kita tiada sampei; jangan melangkah kita
pada katika itu, atau barang pekerja'an tiada jadi; kembali jua hanya
kapada tempat yang sedia.
Bab yang ka-tiga, nama-nya bintang Zahari, [1047] diam-nya pada langit
yang ka-tiga, warna-nya puteh; apakala melangkah [pada] katika itu
barang bersua puteh jua, atau orang yang saleh kain-nya puteh atau
benatang atau makan-makanan pun puteh; inilah sa-baik-baik langkah
pada katika ini sa-baik-baik barang pekerja'an tiada terbelintang
(?) kahandak [pada] katika itu.
Bab yang ka-ampat nama bintang-nya Shams, warna-nya hijau; diam-nya
pada langit yang ka-ampat; apakala melangkah kita pada katika itu
ada-lah kras uleh kita atau bersua dengan orang yang besar-besar,
atau benatang yang besar, atau ular yang besar-besar, atau angin yang
besar-besar, atau barang sabagei-nya besar-besar jua, hijau-hijau
warna-nya; pada katika itulah kita hanya pekerja'an jangan-lah
melangkah karna kusmus (?) pada katika itu; wa'llahu a`lam.
Bab yang ka-lima, nama bintang-nya Marikh, [1048] warna-nya merah,
hitam, hijau, biru; diam-nya pada langit yang ka-lima; pada katika
itu sakalian pekerja'an itu amat binasa, hanya barang yang bersua
ada-lah benatang yang bika-bika (?) atau orang binasa atau luka,
atau merugi, atau sakit atau kadatangan ajal atau binasa; sakali-kali
jangan kita melangkah pada katika itu atau berbuatan kita binasa jua,
hanya atau hampir ajal-nya datang: wa'llahu a`lam.
Bab yang ka-'nam, warna-nya puteh kuning; nama bintang[-nya] Mushtari,
diam-nya pada langit yang ka-'nam, warna-nya puteh kuning; apakala
melangkah kita pada katika itu, ada-lah langkah rezki dan barang yang
bersua puteh kuning jua, orang atau benatang atau makan-makanan atau
barang pekerja'an atau [?]; ada-lah pada langkahan ini salamat; dan
sa-baik-baik langkah pada katika itu dan barang yang di-kahandak-nya
ada-lah di-perlakukan Allah ta`ala, apakala melangkah pada katika
itu insha' Allah ta`ala suka'an [di-] per [-uleh]: wa'llahu a`lam.
Bah yang ka-tujoh, nama bintang-nya Zahal, [1049] diam-nya pada
langit yang ka-tujoh, warna-nya puteh, kuning, hitam, hijau, merah,
dan barang pekerja'an pada katika itu atau perlangkahan baik pun ada
jahat pun ada tetapi jahat deripada baik sangat: wa'llahu a`lam.
[ccxlvii] Lucky and Unlucky Days of the Week [p. 549.
Fasal pada menyatakan malam Ahad terlalu baik, barang di-chita-mu segra
di-peruleh: demkian-lah padah-nya; dan jika pada malam Ithnin itupun
terlalu baik barang pinta-mu segra di-peruleh; demkian-lah padah-nya;
dan jika pada malam Thalatha baik juga `alamat akan menjadi mentri
atau penghulu besar: demkian-lah padah-nya; dan jika pada malam Arba`
orang itu jadi pertapa, jika jahil jadi jahat, padah-nya; dan jika pada
malam Khamis baik barang yang melihat jadi dia jadi kasih, padah-nya;
dan jika pada malam Jum`at terlalu amat baik akan beruleh sukachita,
padah-nya; dan jika pada malam Sabtu `alamat beruleh berkat dan
salamat di-bri Allah ta`ala.
Amin! Ya Rabb'-al-`alamin.
[ccxlviii] Days which are Unlucky in certain Months only
Dan lagi nahas pada bulan yang dua-b'las itu pada tiap-tiap
bulan:--Pertama-tama pada bulan Muharram kapada 5 hari bulan nahas dan
kapada 15 pun nahas juga; dan kapada bulan Safar 1 hari bulan nahas
dan kapada 3 hari bulan pun nahas juga; dan kapada bulan Rabi`-al-awal
kapada 1 hari bulan nahas, kapada 2 hari bulan pun nahas juga; dan
kapada bulan Rabi`-al-akhir 1 hari bulan nahas kapada 7 hari bulan
pun nahas juga; dan kapada bulan Jumada-'l-awal 2 hari bulan nahas
kapada 15 hari bulan pun nahas; dan kapada bulan Jumada-'l-akhir 2
hari bulan nahas, kapada 4 hari bulan pun nahas; dan kapada bulan
Rejab 11 hari bulan nahas kapada 13 hari bulan nahas juga; dan kapada
bulan Sha`ban 3 hari bulan nahas kapada 4 hari bulan pun nahas dan
[?] hari-nya pun nahas juga; dan kapada bulan Ramthan pada 9 hari bulan
nahas kapada 20 hari bulan nahas; dan kapada bulan Shawal 6 hari bulan
nahas, kapada 7 hari bulan pun nahas; dan kapada bulan Zu-'l-Ka`idah
2 hari bulan nahas, kapada 9 hari bulan pun nahas; dan kapada bulan
Zu-'l-Haji [1050] 6 hari bulan nahas, kapada 7 hari bulan pun nahas
juga; wa'llahu a`lam bi-'l-sawab, telah di-wasiatkan Nabi sall' Allahu
`aleyhi wa'l-salam kapada Amir Al-Mu'min[in] `Ali, rathi Allah `anahu
ajm`ain kapada tiap-tiap bulan punya nahas, yang besar didalam satu
tahun nahas dua-puloh ampat kali 24 yang besar ada-nya: wa'llahu a`lam.
[ccxlix] Days Unlucky in any Month
Ini nahas pada tiap-tiap bulan:--Pertama-tama kapada tiga hari bulan
di-k'luarkan Allah ta`ala Nabi Allah Adam `aleyhi al-salam deri
dalam shurga; dan kapada lima hari bulan di-karamkan Allah ta`ala
kaum Nabi Allah Noh `aleyhi al-salam; dan kapada tiga-b'las hari
bulan di-buangkan Allah ta`ala akan Nabi Allah Yusuf di-buang uleh
saudara-nya kadalam telaga; dan kapada salekor hari bulan di-karamkan
Allah ta`ala Per`aun ka-dalam sungei Nil; dan kapada ampat lekor hari
bulan di-telan uleh ikan Nabi Allah Yunas, `aleyhi al-salam didalam
laut; dan kapada lima lekor hari bulan tatkala itu sumbing gigi Rasul
Allah sall' Allahu `aleyhi wa'l-salam.
[ccl] Lucky and Unlucky Months
(Muharram is missing; it is generally believed to be lucky)
Fasal pada menyatakan bulan Safar, orang beruleh dukachita lagi (lagi)
kasakitan handak-lah membri sedekah tujoh kali pada sabulan demkian-lah
itu padah-nya. Jika pada bulan Rabi`-al-awal maha baik orang itu
beruleh sukachita dan semper[na] dunia akhirat padah-nya. Jikalau pada
bulan Rabi`-al-akhir itu pun baik terlalu sukachita dan lagi di-puji
orang [itu?] uleh sagala taulan handaki-nya (?) kasih padah-nya. Jika
pada bulan Jumada-'l-awal itu pun, handak-lah juga orang itu beruleh
laba demkian-lah padah-nya. Jika pada bulan Jumada-'l-akhir `alamat
akan beruleh kernia raja atau mentri demkian-lah padah-nya. Jika pada
bulan Rejab `alamat orang itu akan beruleh khabar benar dan n`emat
di-b'ri Allah ta`ala orang itu demkian-lah padah-nya. Dan jika pada
bulan Sha`ban `alamat orang itu akan saperti di-pleherakan Jibrail
`aleyhi al-salam datang pada orang itu, barang yang di-pinta-nya
di-peruleh-nya pada Allah ta`ala, demkian padah-nya. Jika pada bulan
Ramthan maha baik di-bri Allah ta`ala pahala Mikail `aleyhi al-salam
handak-lah orang itu berbuat benar demkian-lah padah-nya. Jika pada
bulan Shawal `alamat pahala saperti Israfil `aleyhi al-salam, orang
itu akan memegang karaja'an yang benar demkian-lah padah-nya. Jika
pada bulan Zu'l-Ka`idah inilah besar pahala-nya saperti `Izrail
`aleyhi al-salam di-bri Allah ta`ala akan orang itu, amanat
handak-lah juga membunoh demkian-lah padah-nya. Jika pada bulan
Zu'l-Haji terlalu amat baik, di-bri Allah ta`ala pahala-nya saperti
`Umar ibni Al-Khattab akan katika pahala-nya, saperti Ashmat (?) ibni
Afan (?) pahala-nya, saperti Amir-al-Mu'min[in] `aleyhi rathi Allah
`asanat (?), di-negrahkan Allah ta`ala orang itu ada-nya.
[ccli] Times when Storms are to be expected
Dan lagi fasal nahas angin pada tiap-tiap bulan angin besar akan
turun:--Bermula jikalau bulan Muharram kapada 27 atau 28 turun angin;
dan jikalau bulan Safar kapada 25 turun angin; dan jikalau bulan
Rabi`-al-awal 23 turun angin; dan jikalau bulan Rabi`-al-akhir 21 atau
24 turun angin; dan jikalau bulan Jumada-'l-awal kapada 9 hari bulan
turun angin; dan jikalau bulan Jumada-'l-akhir kapada 16 atau 20 hari
bulan turun angin; dan jikalau bulan Rejab kapada 9 hari bulan turun
angin; dan jikalau bulan Sha`ban kapada 13 hari bulan turun angin;
dan jikalau bulan Ramthan kapada 11 hari bulan atau kapada 14 hari
bulan turun angin; dan jikalau bulan Shawal kapada 9 hari bulan atau
12 hari bulan turun angin; dan jikalau kapada bulan Zu-`l-ka`idah
kapada 7 hari bulan atau kapada 15 hari bulan atau kapada 16 hari
bulan turun angin; dan jikalau kapada bulan Zu-'l-haji [kapada]
5 hari bulan atau 8 hari bulan turun angin: wa'llahu a`lam bi'l-sawab.
[cclii] Omens [p. 550.
Depending on the day of the Week which begins the Year
Bab ini pada menyatakan `alamat kapala tahun. Bermula kapada bulan itu
Muharram, jika Ahad sa-hari bulan Muharram `alamat raja didalam negri
itu akan `adil hukum-nya ada-nya. Dan jikalau hari Ithnin sa-hari
bulan Muharram `alamat banyak kasakitan orang didalam negri itu
ada-nya. Dan jikalau hari Thalatha sa-hari bulan Muharram `alamat
melihat tumpah darah didalam negri itu ada-nya. Dan jikalau hari
Arba` sa-hari bulan Muharram `alamat pandita akan datang ka negri
itu ada-nya. Dan jikalau hari Khamis sa-hari bulan Muharram `alamat
dagang akan datang ka negri itu ada-nya. Dan lagi jikalau hari Jum`at
sa-hari bulan Muharram `alamat banyak orang kaya-kaya akan sakit atau
mati didalam negri itu ada-nya. Dan lagi jikalau hari Sabtu sa-hari
bulan Muharram `alamat banyak menuntut harta didalam negri itu atau
didalam dunia ini, dan aniaya-aniaya hukum-nya: wa'llahu a`lam, tamat.
[ccliii] Omens
Depending on the Letter which the Year bears in the Cycle of Eight
Dan lagi pada menyatakan laksana tahun: jikalau tahun itu Alif,
benatang-nya tikus, laksana dingin, hujan pun banyak, ayer sungei
pun besar, huma ladang pun jadi, tanam-tanaman pun jadi ada-nya.
Dan jikalau tahun itu Ha, benatang-nya harimau, laksana panas, orang
muda-muda pun banyak mati, orang berniaga pun banyak, huma ladang
pun jadi ada-nya.
Dan jikalau tahun itu Jim, benatang-nya pelandok, laksana korang kuat
panas, manusia banyak sakit dan angin pun besar ada-nya.
Dan jikalau tahun itu Zei, benatang-nya naga, laksana dingin, huma
ladang pun jadi akan tetapi banyak orang lapar, manusia pun banyak
huru-hara kemdian baik ada-nya.
Dan jikalau tahun itu Dal awal, benatang-nya ular, laksana dingin,
orang pun banyak sakit, hujan pun banyak dengan ribut ada-nya.
Dan jikalau tahun itu Ba, benatang-nya kambing, laksana lapar,
manusia orang pun banyak sakit, hujan pun korang, sungei pun kring,
kanak-kanak banyak jadi, manusia banyak kasukaran dan duka hati
(?) kahandak padah-nya ada-nya.
Dan jikalau tahun itu Wau, benatang-nya ayam, laksana dingin, orang
berniaga deri jauh banyak datang, 'wang itu sakejap sahaja banyak,
tetapi manusia banyak bersalahan sebab tiada berbuat kabaktian kapada
Allah ta`ala; angin pun korang ada-nya.
Dan jikalau tahun itu Dal akhir, benatang-nya rusa, laksana terlalu
panas, hujan pun sadikit-sadikit, huma ladang pun jadi, tetapi banyak
orang di-kuto'ki Allah ta`ala sebab tiada berkabenaran; itulah ada-nya:
wa'llahu a`lam.
There appears to be another version of this Cycle, in which the years
are symbolised by different animals, viz.:--
Alif by the Buffalo (?), Ha by the Buffalo or Bullock, Jim by the
Tiger and the Dog, Zei by the Mouse-deer and the Pig, Dal awal by the
Crocodile and the Dragon (naga), Ba by the Dragon and the Lion, Wau
by the Horse and the Hawk (helang), and Dal akhir by the Flying-fox
(kubong) and the Dog.
[ccliv] Extract from the "Twelve Constellations"
Bintang Dua-b'las
Maka handak-lah kita abjadkan huruf nama perampuan dan nama laki-laki
dan serta ibu-nya, maka buang dua-b'las dua-b'las: berapa yang
tinggal itulah nama-nya bintang orang itu laki-laki atau perampuan:
jika tinggal satu, Hamal nama bintang-nya, jika tinggal [dua], Thaur
nama bintang-nya, demkian-lah lihat pada sharat-nya itu. [1051]
Bab yang pertama, jika berbintang Hamal, laksana api naraka, dan
nabi-nya Adam `aleihi-'l-salam, binatang-nya biri-biri, guru-nya
tikus, burong-nya rajawali, kayu-nya khorma, teman-nya Mizan,
satru-nya `Akrab, berkata-kata karang (?), warna tuboh-nya puteh
atau hitam: wa'llahu a`lam. Bermula orang itu tuboh-nya sadarhana
lagi rendah rambuni dan sir(?)-nya tersangat panas deripada dingin
dan orang itu perkata'an-nya benar lagi pula suroh-surohan orang dan
bhagi-nya saperti ayer didalam timba rezki-nya. Bermula ada parut pada
tuboh-nya maha besar atau tahi lalat, dan orang itu tiada mufakat
dengan kulawarga-nya sagala sahabat-nya, tetapi orang itu kras,
satru-nya pun alah pada-nya, sabermula orang itu jangan ia berlayer,
baik ia berniaga didalam negri, karna rasi-nya api karna satru-nya
ayer, dan kahidopan-nya pula kuning serta puteh dan jikalau berhuma
kapala benih-nya kuning baik didalam pada itu: wa'llahu a`lam. Bermula
orang itu bulan yang baik pada-nya Muharram, hari-nya Thalatha, dan
bulan yang jahat pada-nya Safar, hari-nya Ithnain, dan jika sakit
ambil daging kambing merah di-sembilihkan dan di-rendang dengan
minyak maka di-makan daging-nya, jangan bergaram minyak-nya, sapukan
pada sagala tuboh-nya `alamat-nya orang itu penyakit-nya di prut dan
ka hulu hati, insha' Allah ta`ala `afiat; dan jika handak memakei
chinchin kuning permata-nya baik pada-nya dan gha[ib?] sheitan-nya
pula orang itu uleh itulah yang hampir pada-nya dan tempat sheitan
itu pada sagala pohun kayu di-sana-lah tempat 'kau diam barang
siapa laki-laki dan perampuan berbintang Hamal lalu ka sana apabila
'kau lihat tiada menyebut nama Allah dan nama Rasul Allah maka maka
'kau tangkap-lah 'kau persakit-sakitkan sagala tuboh-nya terlalu
sakit-nya; jika ia sakit ayer mata-nya pun mengilir dan lidah-nya
'kau pandakkan tiada-lah buleh berkata-kata dan ubat-nya ambil paroh
enggang dan kunyet kring dan bawang merah dan daun hining (?) dan
daun mengkudu maka di-salimutkan dengan kain puteh maka di-hasabkan
[sic] di-bawah-nya dan bachakan do`a ini ambuskan deri kapala-nya
sampei kapada kaki-nya, tatkala mengubat itu petang Khamis atau Sabtu
maka sapukan minyak itu pada kapala-nya kemdian mandikan dengan ayer
bermalam: insha' Allah ta`ala `afiat: inilah `azimat-nya.
Bismillahi'l-rahmani'l-rahimi
[Here comes an Arabic prayer or text, followed by four six-pointed
stars, each formed by putting an equilateral triangle on the top of
another; then come six sets of "magic letters."]
Bermula beranak, jika laki-laki yang baik nama-nya Ya`kub atau Endin
atau `Abdullah atau `Abdulsamad atau Saif atau Ahmad, jika perampuan
Maimunah atau Salamah atau `Ayesha, didalam pada itu wa'llahu a`lam.
[This constitutes the first part of the treatise, which consists of
twelve parts of about the same size. The names of the Zodiacal signs
are the Arabic ones: Hamal (the Ram), Thaur (the Bull), etc. They
will be found in Hughes' Dict. of Islam, s.v. Zodiac.]
[cclv] The Hindu Nakshatras and the Malay Rejangs. [p. 551.
Figures of the Nakshatras Figures of the Rejangs
1. Horse's head Horse (kuda)
2. Yoni Deer (kijang)
3. Razor or knife Tiger (harimau)
4. Wheeled carriage Cat (kuching)
5. Antelope's head Cow (sapi)
6. Gem Buffalo (kerbau)
7. House Rat (tikus)
8. Arrow Ox (lembu)
9. Potter's wheel Dog (anjing)
10. House Dragon (naga)
11. Couch or bed-stead Goat (kambing)
12. Bed Palm-blossom (mayang)
13. Hand Elephant (gajah)
14. Pearl Lion (singa)
15. Coral bead Fish (ikan)
16. Festoon Pig (babi)
17. Row of oblations Kite or eagle (lang)
18. Ring Centipede (lipan)
19. Lion's tail ? Turtle (baning or tuntong?)
20. Couch Ghost or Demon (hantu)
21. Elephant's tooth Charcoal (arang)
22. Triangular nut Man (orang)
23. Three footsteps Sea (laut)
24. Drum ? Skate (pari?)
25. Circle ?(pasik?)
26. Figure with double face ? (gunong or enggonong?)
27. Couch or bed ? (gula or kaldei?)
28. Tabor [1052] Green pigeon (punai)
29. [None] Leaf (daun)
30. [None] ? (sani?)
[Where a query appears in the Rejang column it indicates that the
reading in the MS. is doubtful.]
[cclvi] Extracts from the Rejang of Che Busu [p. 552.
Che Busu pandei bilang malam;
Malam ini malam ka-sa:
Chabut sa-pedang dewasa
Handak memarang [1053] bandar sa-buah,
Hidup kita sama biasa
Chakap sa-patah jangan di-ubah.
Che Busu pandei bilang malam:
Malam ini malam ka-'nam:
Che Andak, orang Bernam,
Singgah di Pangkor menjemor jala,
Anjing menyalak, rimau pun demam(?),
Kuching di dapor pening kapala.
Deri Kling lalu ka Jawa
Naik sigei ka atas atap,
Ikan kring lagi tertawa,
Mendengar tupei membacha kitab.
Che Busu pandei bilang malam:
Malam ini ka-tiga-puloh:
Tamat rejang tiga puloh,
Hati dalam hanchorkan luloh,
Di-ambil papan berlanteikan buloh,
Koyakkan kain bekas tuboh.
[cclvii] Omens depending on Aspect which varies from Day to Day
[p. 559.
Pengadapan Nabi
Fasal ini pada menyatakan Nabi-nabi punya pengadapan kapada hari yang
tujoh masing-masing dengan adap-nya.
Bermula kapada hari Ahad Nabi Allah Adam `aleyhi al-salam mengadap ka
timor laut; dan kapada hari Ithnin Nabi Allah Musa `aleyhi al-salam
mengadap ka timor tepat; dan kapada hari Thalatha Nabi Allah `Isa
`aleyhi al-salam mengadap ka tenggara; dan kapada hari Arba` Nabi Allah
Ibrahim `aleyhi al-salam mengadap ka selatan; dan kapada hari Khamis
Yunus mengadap ka barat daya; dan kapada hari Jum`at Nabi Muhammad
sall' Allahu `aleyhi wa'l-salam mengadap ka barat tepat; dan kapada
hari Sabtu Nabi Allah [?] `aleyhi al-salam mengadap ka utara ada-nya.
Itulah hari yang tersebut katahui uleh-mu, hei, Talib sakalian-nya
itu didalam-nya jangan bersia-sia ada-nya.
Besides the above, there are other systems of Omens from Aspect:
e.g. one in which the figure is a Dragon (naga) which changes
its position at the end of every three months of the Muhammadan
calendar. This system applies especially to warfare; thus, it is
ruinous to approach an enemy from the point of the compass to which
the mouth of the Dragon is pointing, but good to come from the quarter
towards which its back is turned, and so on.
Another, the Rajal-al-ghaib, begins thus:--
Fasal pada menyatakan edaran Rajal-al-ghaib: [1054] ia-itu yang di-kata
Rajal-al-ghaib itu jinazah Sayidna `Ali ibn Abu Talib radhi Allah
`anahu, ia-itu di-arak uleh sagala malaikat ampat penjuru dunia ini;
itulah kita katahui, jikalau berhadap dengan jinazah itu neschaya lemah
kita dan jikalau berprang atau berklahi alah kita; ia-itu itulah handak
kita katahui supaya semperna perbuatan kita dengan berkat shefa`at Nabi
kita Muhammad sall' Allahu, d.s.b. dan dengan berkat Rajal-al-ghaib
itu. [The rest of the account specifies the aspect towards which the
"bier" faces on the several days of the month, and directs it to
be solemnly saluted (membri salam). An elaborate diagram follows,
constructed on the same principle as the aspect-compasses illustrated
in the text.]
[cclviii] Fragment of a Treatise on Omens drawn from Earthquakes
[p. 561.
Bab ini pri menyatakan ta`bir gempa baik dan jahat: bermula jika
pada bulan Muharram gempa pada siang hari, perchinta'an pada orang
banyak padah-nya; dan jika pada malam gempa, perchinta'an pada [?],
ada bras padi pun mahal, orang sakalian duka chita....
[cclix] End of a Treatise on Omens drawn from Lightning
Bab jika pada hari Sabtu halilintar memblah (?), neschaya akan
bertambah kabesaran raja dalam negri itu: jika pagi hari ia memblah,
`alamat musoh akan datang; jika tengah hari ia memblah, `alamat tiada
mufakat isi negri itu; jika waktu `asr halilintar memblah, `alamat
tiga perkara akan datang, suatu sampar dan ka-dua kapar (?) ka-tiga
orang dalam negri itu handak berbunohan sama sendiri-nya tetapi
handak-lah membri derma akan sagala fakir miskin supaya terplehera
orang [deri-]pada kajahatan itu: wa'llahu a`lam: tamat.
[cclx] Omens from Lizards, and the like
Bab ini pri laksana-nya chichak atau tikus atau ular atau bengkarong
atau barang yang ampat kaki-nya itu sama, dan jika jatoh d(er)i kapala
kita pada hari Ahad kita takut padah-nya, dan jika pada hari Ithnain
satru kita akan binasa padah-nya dan jika pada hari Thalatha bapa kita
mati padah-nya, dan jika [pada] hari Arba` anak akan mati padah-nya,
dan jika pada hari Khamis kulawarga akan mati padah-nya, dan jika
pada hari Jum`at kerbau atau lembu atau kambing bercherei dengan kita
padah-nya dan jika pada hari Sabtu diri kita akan mati padah-nya,
dan jika jatoh di kanan kita ada laba padah-nya pada kita dan jika
jatoh di kiri kita berchinta mashghrul padah-nya, dan jika jatoh di
blakang kita, kita akan kahilangan padah-nya: wa'llahu a`lam: tamat.
[cclxi] Interpretation of Dreams [p. 562.
(by the initial letter of the object)
Bab ini pri mengatahui ta`[bir] mimpi baik dan jahat: maka lihat
pada huruf-nya itu, pertama melihat huruf mula-nya barang mana kita
handak katahui supaya beruleh kabajikan insha' Allah ta`ala beruleh
salamat. [Alif is wanting, and the next section is imperfect. The
original MS. from which this is copied was no doubt damaged in this
part.] Jika bermimpi Ba terlalu[?]`ali rafa`at al-hajat (?) Jika
bermimpi Ta, terlalu amat baik langkap beruleh kabajikan dengan
rahmat Tuhan padah-nya. Jika bermimpi Tha, barang-barang 'kau kerja
itu ingat-ingat jangan di-perbuat neschaya menyesal padah-nya.
Jika bermimpi Jim, ingat-ingat-lah angkau (sagala bala) itu banyak
handak sabar ada-nya. Jika bermimpi Ha ada orang deri jauh datang
padah-nya. Jika bermimpi Za terlalu baik `alamat akan beruleh
rahmat dan shefa`at padah-nya. Jika bermimpi Ra, barang kerjakan-lah
sakahandak hati-mu `alamat segra angkau peruleh atau laba yang besar
'kau peruleh padah-nya. Jika bermimpi Zei, angkau kadatangan kiriman
atau mendapat perampuan yang baik paras padah-nya. Jika bermimpi Sin,
barang kita kerja baik padah-nya, kahandak itu segra di-peruleh. Jika
bermimpi Shin, barang kerja-mu itu dengan sabar kalau datang sesal
kapada mu padah-nya. Jika bermimpi Sod, barang kerja-mu 'kau perbuatkan
(jemu itu) baik padah-nya. Jika bermimpi Thod, barang kerja-mu itu
jadi beruleh sukachita padah-nya. Jika bermimpi Tau, barang kerja 'kau
peruleh dengan suka chita padah-nya. Jika bermimpi Thau, baik sakalian
kerja-mu itu berkahandak segra 'kau peruleh padah-nya. Jika bermimpi
`Ain, segra beruleh lagi beruleh laba 'kau peruleh padah-nya. Jika
bermimpi Ghain, barang kerja-mu jangan angkau perbuat, terlalu amat
beruleh gusar padah-nya.
Jika bermimpi Pa, [1055] ada-lah orang kerja 'kau datang pada mu
membawa laba padah-nya. Jika bermimpi Kof, ada-lah orang membawa
khabar yang baik padah-nya.
Jika bermimpi Kaf, angkau akan beruleh 'negrah deripada Raja atau
Mentri padah-nya. Jika bermimpi Lam, handak-lah angkau membri sedekah
pada fakir miskin demkian-lah padah-nya. Jika bermimpi Mim, `alamat
angkau beruleh bhagia padah-nya. Jika bermimpi Nun, `alamat kadatangan
sukachita padah-nya.
Jika bermimpi Wau, `alamat kita (?). Jika bermimpi Ha, `alamat orang
besar-besar datang pada mu, beruleh laba angkau padah-nya. Jika
bermimpi Lam-Alif, terlalu baik ada khabar yang terbunyi padah-nya.
Jika bermimpi Ya, terlalu baik `alamat beruleh 'negrah deripada Allah
subhana wa ta`ala padah-nya.
Jika bermimpi Cha, `alamat angkau melihat orang membawa khabar yang
baik padah-nya.
Jika bermimpi Tha, [1056] `alamat melainkan melihat orang miskin
datang padah-nya.
Jika bermimpi Nga, `alamat ada khabar pada mu terlalu sukachita
hati-mu mendengarkan khabar itu padah-nya.
Jika bermimpi Pa(?), ada perampuan baik kasih pada mu barang
kahandak-mu diturut-nya demkian padah-nya.
Jika bermimpi Ga, `alamat melihat orang berklahi serta angkau
ingat-ingat demkian padah-nya.
Jika bermimpi Nya, terlalu amat baik mimpi Nya itu, angkau akan
beruleh surat yang gharib, demkian-lah arti mimpi itu insha' Allah
ta`ala ada-nya.
[cclxii] Another System of Interpreting Dreams
Adapun kata sagala `ulama dan hukama dan kata sidang budiman:--
Ada mimpi raja lebeh deripada mimpi pandita; adapun mimpi pandita labeh
deripada mimpi mentri; [adapun mimpi mentri] lebeh deripada mimpi
orang kaya-kaya; [adapun] mimpi orang kaya itu lebeh deripada mimpi
orang yang `alim-`alim; [adapun mimpi orang `alim] lebeh [deripada]
mimpi [orang] petapa'an; [adapan mimpi orang petapa'an] lebeh deripada
mimpi hamba orang dan mimpi [hamba] orang lebeh deripada mimpi orang
jahil: wa'llahu a`lam bi'l-sawab, ada-nya.
[cclxiii] Another System of Interpretation
Fasal pada menyatakan bermimpi berbagei-bagei jinis, ini-lah
ta`bir-nya: kita lihat di-bawah setar ini: wa'llahu a`lam. Pertama-tama
jika bermimpi mengaji Koran atau membacha Koran atau do`a di rumah-nya,
`alamat beruleh 'negrah Allah ta`ala atau raja-raja, atau lepas
deripada bahia dunia dan akhirat ada-nya. Jika bermimpi menjual apam,
`alamat korang rezki-nya.
Jika bermimpi burong makan `alamat beruleh istri yang baik `akal
bichara-nya. Jika bermimpi angin pagi-pagi hari, `alamat beruleh
sukachita.
Jika bermimpi angin petang atau bachang-bachang di-lihat-nya,
`alamat beruleh rahmat lepas deripada sagala bala.
Jika bermimpi hujan batu, `alamat beruleh harta yang halal ada-nya.
Jika bermimpi klam kabut, `alamat akan kembali satru-nya ka negri
itu orang pun banyak teraniaya-niaya raja-raja ada-nya.
Jika bermimpi mandi ayer hujan lebat, `alamat lepas deripada bala
yang besar ada-nya.
Jika bermimpi sungei penoh dengan ayer-nya, `alamat beruleh harta
banyak ada-nya.
Jika bermimpi telaga penoh dengan ayer-nya, `alamat beruleh harta juga.
Jika bermimpi berenang didalam ayer, `alamat apa kata-kata-nya di-turut
orang, barang yang di-chita di-peruleh-nya lagi di-perkenankan Allah
ta`ala ada-nya.
Jika bermimpi melempah (?) sungei besar, `alamat memerentah orang
kerja raja-raja ada-nya. Jikalau bermimpi menyelam di sungei,
`alamat akan beruleh ne`mat dunia akhirat.
Jika bermimpi minum ayer laut terlalu manis atau pahit, `alamat
beruleh harta dan lepas deripada sagala bahia dan dukachita ada-nya.
Jika bermimpi di-gantong orang, `alamat lepas deripada hutang-nya
ada-nya.
Jika bermimpi makan nasi, `alamat beruleh harta yang halal ada-nya.
Jika bermimpi melihat orang jatoli dalam telaga, `alamat di-perdayakan
orang, berjaga-jaga ada-nya.
Jika bermimpi melihat burong, mela[in]kan beruleh baik jasa ada-nya.
Jika bermimpi menangkap burong belibis atau melihat dia `alamat akan
beruleh dirham ada-nya.
Jika bermimpi nyamok atau lalat atau pikat atau maru, [1057] `alamat
satru-nya datang ka kampong itu.
Jika bermimpi burong lain-lain, `alamat beruleh sahya ada-nya.
Jika bermimpi minum ayer madu atau melihat dia, `alamat bertudongan
orang kaya-kaya ada-nya.
Jika bermimpi tuma di kain atau di baju, `alamat pangsa (?) yang
baik-baik, jikalau (?) ada-nya.
Jika bermimpi belalang makan padi, `alamat satru-nya datang ada-nya.
Jika bermimpi berbang (?) juga (?) `alamat satru-nya kembali ada-nya.
Jika bermimpi ikan besar atau kechil, `alamat beruleh istri atau
sahya atau harta ada-nya.
Jika bermimpi menangkap merbo' akau terkukur, `alamat akan beruleh
harta.
Jika bermimpi kayu hanyut turun, `alamat katurunan kakaya'an-nya.
Jika bermimpi berjalan sesat, `alamat perampuan kasih dan sakalian-nya
orang pun kasih.
Jika bermimpi naik gajah atau kuda atau berpayong, `alamat barang
kerja menjadi kasih sakalian orang pun menurut kata-kata-nya.
Jika bermimpi melihat burong sakian banyak, `alamat tampil musoh deri
laut datang padah-nya.
Jika bermimpi mengerat buloh atau [tu]lang atau minum manisan,
`alamat kena benchana orang ada-nya.
Jika bermimpi kain berbunga, `alamat orang sakit hati, handak-lah
bersuchi diri-nya serta mandi berlimau minta do`a kapada Allah ta`ala
supaya lepas bala itu ada-nya.
Jika bermimpi orang dudok bermain-main, `alamat penyakit ada-nya.
Jika bermimpi ular besar datang ka rumah, `alamat orang datang deripada
berlayer atau berjalan beruleh beruleh laba ada-nya.
Jika bermimpi bermain-main burong, `alamat beruleh harta deri jauh
ada-nya.
Jika bermimpi menaroh prahu, `alamat mendengar warta deri jauh ada-nya.
Jika bermimpi mendengar bunyi gong, `alamat warta orang mati handak-lah
bersuchi diri-nya serta mandi berlimau supaya lepas deri bahia itu.
Jika bermimpi naik ka-atas gunong, baik, `umor-nya pun lanjut lagi,
beruleh harta pada tahun itu ada-nya.
Jika bermimpi matahari dan bulan dan bintang saperti susu mentah
chhaya-nya, maka handak-lah segra-lah lari deri tempat itu, musoh
yang amat besar pada-nya.
Jika bermimpi prahu mudik ka hulu sungei, `alamat orang banyak kena
penyakit didalam negri itu handak-lah bersuchi diri-nya serta berlimau
memakei bauan supaya lepas deripada bahia itu ada-nya.
Jika bermimpi makan nangka atau pisang, `alamat susah hati padah-nya.
Jika bermimpi makan daging kerbau atau menjabat dia, `alamat [orang]
berda`wa akan datang padah-nya.
Jika bermimpi membunoh ular yang besar, `alamat beruleh kakaya'an
deripada raja-raja atau mentri: [?] w' `aleyhi al-salam.
Jika bermimpi serban hilang atau di-makan api, `alamat kadatangan
bahia dan duka handak-lah membri sedekah fakir miskin atau kain-kain
serta minta do`a kapada Allah supaya lepas bahia itu.
Jika bermimpi kemu (?) atau minum ayer sungei, `umor-nya lanjut.
Jika bermimpi makan nasi atau kunyit nasi, `alamat beruleh amas
dan perak.
Jika bermimpi rimau datang ka rumah, `alamat pandita datang ka
rumah-nya.
Jika bermimpi kachang rasa-nya, `alamat beruleh laba.
Jika bermimpi minum `arak atau tuwak atau melihat tuwak, `alamat ayer
besar atau gempa tanah itu.
Jika bermimpi ombak bersabong-sabong ka darat, `alamat akan berprang
atau sampar turun.
Jika bermimpi di-tandok kerbau naik ka-atas balei atau kayu, `alamat
orang memanggil makan.
Jika bermimpi kayu rebah, `alamat orang besar-besar akan mati.
Jika bermimpi tabuan atau lebah, `alamat kadatangan panas pada
bulan itu.
Jika bermimpi kuching datang ka rumah, `alamat orang menchuri atau
satru datang.
Jika anak kuching banyak, `alamat lepas deripada bahia.
Jika bermimpi landak datang, `alamat beruleh anak laki-laki.
Jika bermimpi memegang landak, `alamat beruleh harta.
Jika bermimpi kra datang ka rumah, `alamat jahat datang-nya.
Jika [bermimpi] bermain-main kra, `alamat bersahabat dengan orang
dosta.
Jika bermimpi Iblis atau Sheitan atau hantu satru handak membunoh
atau benchana, `alamat dukachita.
Jika bermimpi mengambil apa-apa, `alamat beruleh kabajikan.
Jika bermimpi menjerumat kain, `alamat berklahi dengan orang-orang.
Jika bermimpi mengambil ikan lalu ka laut, `alamat senantiasa minta
makan.
Jika bermimpi membuat berhala, `alamat pekerja'an akhirat.
Jika bermimpi ikan banyak, `alamat musoh datang.
Jika bermimpi limau, `alamat beruleh amas dan perak.
Jika bermimpi berpayong, `alamat beruleh kabesaran dalam dunia lagi
sukachita.
Jika bermimpi bersenda-senda lalu bermain serta menari, `alamat
beruleh duka.
Jika bermimpi berklahi dengan orang, `alamat lepas deripada dukachita.
Jika bermimpi bertemu dengan kathi, `alamat beruleh kabajikan.
Jika bermimpi melihat dagang banyak, `alamat beruleh rezki yang halal,
jika sakit segra sumboh.
Jika bermimpi orang mati terhentar di-lihat-nya lalu menjabat
serta-nya, `alamat menjadi pekerja'an raja-raja, jika didalam negri
orang segra kembali.
Jika bermimpi berchukor orang kapala atau janggut, `alamat beruleh
kabajikan maha besar di-negrahi Allah ta'ala.
Jika bermimpi mata buta atau tuli, `alamat duka atau sakit.
Jika bermimpi mengerat kuku, `alamat bertemu orang-orang deri jauh.
Jika bermimpi berkain dan sapu-tangan atau ikat pinggang, `alamat
beruleh istri, menjadi penghulu, sakalian orang pun kasih.
Jika bermimpi bersalimut kain puteh, `alamat akan lepas deripada
sagala penyakit ada-nya.
Jika bermimpi kain merah, `alamat orang dengki akan dia.
Jika bermimpi terpenjara, `alamat akan pakerti-nya [jahat] sakalian
orang pun benchi.
Jika bermimpi gigi patah yang di-atas, `alamat saudara atau
kulawarga-nya mati.
Jika bermimpi orang ikat atau gantong, `alamat beruleh laba lagi
kabaktian.
Jika bermimpi di-palu orang berdarah, `alamat katurunan [?].
Jika bermimpi tangan di-kerat orang, `alamat akan datang bahia
dan hilang.
Jika bermimpi berglang perak, `alamat beruleh kakaya'an.
Jika bermimpi beristri, `alamat dukachita padah-nya.
Jika bermimpi beruleh amas serta perak, `alamat berklahi.
Jika bermimpi melihat bintang matahari, `alamat beruleh kakaya'an
di-negrah Allah ta`ala.
Jika bermimpi melihat bintang jatoh atau datang atau hu[jan?] akan
nama bintang itu, `alamat beranak istri yang kabajikan ada-nya.
Jika bermimpi jatoh kadalam telaga, `alamat beruleh kabajikan ada-nya.
[cclxiv] Specimens of Miscellaneous Charms or Recipes [p. 567.
Bab ini `azimat pengunchi perampuan supaya tiada dapat bersuami:
di-surat pada kalam [1058] kita bawa juma` [1059] dengan dia: inilah
rajah-nya: h h h w la 2 3. [1060] Bab ini `azimat perampuan tiada
dapat bermukah dengan orang lain deripada kita: di-surat pada kertas
maka bri di-pakei-nya: inilah rajah-nya: alu 15 bismillah wa Allah
s(a)l(a)ma kamal.... Bab ini membuka rahsia perampuan; di-surat pada
hati tangan (?) taroh atas dada-nya supaya berkata-kata sendiri-nya:
inilah rajah-nya: al(a)h 9 9 9 w w w d d and s(a)ma w w a d r `a
`a mr t mh 2 3 2 `u 7 3 6 7 8 9 9 9 w w kam 2 2 lum lum lu....
Ini `azimat kanak-kanak jangan menangis malam: di-surat pada
kertas suroh pakei: ini rajah-nya [here follow mystic symbols and
figures]. Ini `azimat tangkal sawan: di-surat pada timah hitam maka
pakeikan pada budak itu: ini rajah-nya [another set of symbols,
figures, and letters].... Ini ubat padi supaya tiada di-makan
babi dan tikus dan hulat maka di-surat pada tembikar maka tumbok
(?) jadikan tampung-tampung (?) maka tatkala menugal maka hamborkan
tampung tembikar itu berkliling huma: insha' Allah ta`ala terplehera
deripada sagala bahia benatang itu dengan berkat ayat: ini yang
di-surat pada tembikar itu [here follows an Arabic text] sabagei
lagi ubat padi supaya jangan suatu penyakit-nya maka di-surat pada
kertas maka bubohkan di tengah huma tatkala kita menugal: insha'
Allah ta`ala salamat, suatu pun tiada penyakit-nya padi itu: ini
rajah-nya yang di-surat [the diagram is (1) a magic square of 4 × 4:
in each of the sixteen divisions is a small circle; the ends of all
the lines forming the square are fleury, as the heralds would call it;
(2) a smaller square containing four mystic symbols].
[cclxv] Ambil Semangat Orang, or Penggantong Semangat Orang [p. 570.
A charm for hanging up a person's soul
Hong berseru-seru,
Terbengu-bengu
Hati Si Anu
Teringat aku.
Kalau 'kau ta' teringatkan aku,
`Kau di-sumpah de' malaikat ampat puloh ampat.
[cclxvi] Buatan orang
Ini fasal gambar membuat orang tiada baik. Maka di-buat gambar orang
mati lilin sambang panjang-nya satu tapak. Jikalau handak buat sakit
di-tikam-nya di mata-nya [mata-nya] buta, di-tikam di pinggang sakit
[pinggang], di-tikam di kapala, sakit kapala, di-tikam di dada,
sakit dada.
Jikalau handak membunoh di-tikam deri kapala di-lantas ka ponggong-nya,
penikam-nya segar kabong, kemdian di-kapankan itu gambar saperti
orang mati, bharu di-sembahyangkan saperti sembahyang orang mati,
kemdian di-tanamkan di tengah jalan tempat orang yang kita handak buat,
supaya buleh di-langkah-nya.
Ini fasal handak tanam itu gambar.
Al-salam `aleikum, hei! Nabi Tap yang memegang bumi,
Aku ini bertanamkan maiat Si Anu:
Aku di-suroh Nabi Muhammad,
Sebab ia [1061] derhaka kapada Allah.
Angkau buleh tolong bunohkan atau sakitkan:
Jika tidak sakitkan, atau angkau bunohkan,
Derhaka angkau kapada Allah,
Derhaka angkau kapada Muhammad:
Bukan-nya aku yang bertanam, Jibrail yang bertanam
Angkau kabulkan juga pinta-pinta kami, ari bekari ini juga
Kabul berkat aku meminta didalam kandang kalimah la-ilaha, d.s.b.
[cclxvii] Buatan orang [p. 573.
Al-salam `aleikum, hei Jin Tanah,
Jembalang Tanah, Hantu Tanah, Jembalang Bumi,
Mari-lah angkau aku minta turun, terima jamuan aku,
Aku berkahandak pada angkau,
Aku 'nak surohkan angkau,
Aku 'nak selang-seraya angkau
Aku 'nak minta sakitkan (or gilakan, or bunohkan, or kasihkan,
as the case may be) Si Anu.
Kalau 'kau ta' terima jamuan ini,
Derhaka 'kau kapada Allah, d.s.b.
[cclxviii] Pembenchi orang laki-bini
Burong chandrawasi
Sa' ekor terbang ka laut
Sa' ekor terbang ka bukit
Tiada bertemu ka-dua-dua-nya,
Benchi-lah Si Anu akan Si Anu:
Jikalau angkau tiada demkian,
Neraka [1062] angkau kapada Allah,
Berdosa 'kau kapada aku,
Dengan berkat betua [1063] guru
La-ilaha-illa-'llah, d.s.b.
Ambil misei kuching hitam tujoh 'lei sa-b'lah kiri, dengan misei
anjing pun tujoh 'lei sa-b'lah kiri juga, kain burok koyak-rabak satu
percha, bakarkan sama-sama, di-ginchor [1064] dengan kapor sadikit,
silang ampat [1065] di tepi bendul langkah pintu.
[cclxix] Ambil Semangat [p. 574.
Hong 'ku panah, 'ku panah bulan gobar,
'Ku panah matahari padam,
'Ku panah bintang malap,
Bukan-nya aku memanah bulan bintang matahari,
Aku memanah tangkei hati anak sidang Si Anu.
Kur! Semangat Si Anu, mari sa-jalan dengan aku,
Mari sa-dudok dengan aku,
Mari sa-tidor sa-bantal dengan aku!
Kur! Semangat anak sidang Si Anu!
Kabul berkat la-ilaha, d.s.b.
[cclxx] For taking another person's soul [p. 575.
Hei Irupi bayang-bayang,
Permeisuri mendapati aku;
Jikalau Si Anu ta' tidor
Angkau grak juga, 'kau gunchang bangun,
Angkau ambil ruh semangat dia
Bawa kamari
Taroh dalam lambongan kiri aku.
Kalau dia tidor
Angkau pegang ibu kaki kanan,
Senjak liar bangkit
Angkau bawa kamari kapada
Aku juga sabuleh-buleh.
Jika tidak, derhaka, d.s.b.
[cclxxi] Melambei Semangat Orang [p. 576.
Kapor aku kapor perak,
Tuang daun keladi,
Lepas jinak 'ka pejinak
Aku bawa sa-daun makan.
Pulit kapor Si Raja Garang
(Di-)makan anak Si Raja Gila, Si Anu,
Gila pagi Si Anu kapada aku,
Gila petang Si Anu kapada aku,
Angkau teringat kapada mak bapa-kau,
Angkau teringat kapada aku,
Angkau teringat kapada rumah tangga 'kau,
Angkau teringat kapada aku,
P`rut-'kau lapar, 'kau teringat kapada aku,
Guroh berbunyi, 'kau teringat kapada aku,
Angin bertiup, 'kau teringat kapada aku.
Hari ujan, 'kau teringat kapada aku.
Ayam berkoko', 'kau teringat kapada aku,
Murei berkichau, teringat 'kau kapada aku,
Kena-dah matahari, teringat 'kau kapada aku,
Kena-dah kapada bulan, teringat 'kau kapada aku,
Ada-lah aku didalam bulan itu.
Kur! Semangat Si Anu, mari kapada aku,
Semangat aku tiada 'ku brikan;
Semangat angkau, mari kapada aku.
[cclxxii] Ambil Semangat [p. 577.
Nur Mani nama angkau,
Si Pancha Awal nama aku,
Kabul berkat aku memakei do`a Kundang Maya Chinta Berahi,
Berchinta 'kau kapada aku,
Berahi 'kau kapada aku,
Gila 'kau kapada aku,
Gila siang, gila malam,
Gila tujoh kali sa-hari,
Gila tujoh kali sa-malam.
Pulang-lah ka rumah angkau
Pulang-lah ka istana angkau
Dengan berkat, d.s.b.
[cclxxiii] Tilek [p. 578.
Aku tahu asal angkau jadi:
Didalam chahia Darah Puteh
Turun kapada ibu-mu
Pasang surut di-tongkatkan.
Kur, semangat Si Anu itu,
Mari-lah, angkau bersama-sama kapada aku!
Kamana-lah angkau handak pergi?
Mari-lah angkau ka-dalam rumah tangga angkau ini:
Dian sabatang ini rumah tangga angkau
Selangkan hati prut, jantong, limpa, mempedal raya,
Angkau sakalian lagi 'kan pulang kapada aku,
Ini 'kan pula badan nyawa angkau sakalian
Lagi sudah pulang kapada aku.
Kabul berkat aku memakei
Do`a tilek ma`rifat kapada Si Anu itu.
[cclxxiv] Membuat buta [p. 310.
Ambil ikan seluang sa'ekor, buboh dalam mangkok, lagi hidup di-chuckok
mata ikan seluang itu dengan jarum rabit dalam sakudi. [1066] Bakar
kemenyan, bachakan ini:--
Bukan aku berchuchok mata ikan,
Aku berchuchok mata Si Anu.
[cclxxv] Pantun describing the effect of the Black Art
Niyor manis, siamang bulan,
Kalapa tumboh di batu,
Si Anu menangis menentang bulan,
Dia kena hikmat aku.
For other charms connected with the human soul vide secs. vi-viii
and ccxiii, ccxiv, supra.
NOTE ON THE WORD KRAMAT
The following is an extract from a letter by the author which was
received too late for insertion in the text of the book:--
"I think that the best translation for kramat, in the case of beasts,
etc., is 'sacred.' I have been going into the kramat question, and
it appears to me that kramat animals, trees, and other objects occupy
the same place in Malay popular religion as is occupied by Totems in
the popular religion of other countries.
"I do not wish to be understood (before going more deeply still into
the matter) that they are totems, but that they possess, generally
speaking, the same characteristics. They are the bodily tenements or
receptacles containing the souls of the departed ancestors of the
village. Incense is burnt and prayers are offered to them (e.g. in
the case of the sacred elephant), and the mere fact of meeting
them when one is engaged in a difficult enterprise is believed to
insure success. On the other hand, to kill or wound them is to court
disaster."
To the above I may add that kramat (which is a word of Arabic
derivation) properly appears to mean "sanctity," but is in Malay
generally used adjectively, being applied to men, animals, plants,
stones, etc. When the word stands alone it almost invariably means a
holy place, the word tempat being presumably understood. When applied
to a person it implies special sanctity and miraculous power. I
remember, in 1895, hearing of a little girl, living with her parents
at Sungei Baru in the Alor Gajah district of Malacca, who was reputed
to be kramat. People used to travel considerable distances in order to
visit her, and thereby gain some benefit or other. I was informed that
the modus operandi was to swallow a small quantity of her saliva in a
cup of water, but I never verified this statement. These pilgrimages
were rather disapproved of by the local Kathi, who was my informant.
As regards true totemism, I am not sure that it can be traced among
the Malays of the Peninsula, although a few elements of the system
are to be found here and there among them. Thus, for instance, in
certain districts (e.g. northern Malacca and the Negri Sembilan)
there are clans descending in the female line among whom exogamy
is still the rule, to the extent, at least, that intermarriage is
forbidden between the children of sisters (J.R.A.S., S.B., No. 23,
p. 143); and we also sometimes find tutelary or taboo animals,
etc. more or less closely connected with certain families; but these
two sets of facts do not seem to be interwoven as they appear to be
among certain other races. Traces of animals, etc. being regarded
as specially connected with particular families are not, I believe,
very common: two instances occur in the Sejarah Malayu, viz. the
man "Bat'h," who emerged from foam vomited by a bull (Malay Annals,
p. 23), and who is regarded as the progenitor of the still existing
Malay tribe (Bangsa Muntah Lembu) of hereditary bards, to whom beef,
milk, etc. are taboo [1067]; and the Indian prince "Mani Farendan"
(ibid. p. 110), who on his voyage to Malacca was preserved from
drowning by the alu-alu fish and the gandasuli tree, and on that
account "forbade all his descendants to eat of the fish alu-alu or
to wear the flower of the gandasuli." His descendants formed a noble
family in Malacca, the heads of which usually bore the title of S'ri
Naradiraja, and during the 15th century A. D. often held the highest
offices of state; so the legend may, probably enough, preserve the
record of an actual custom peculiar to that family. Both the above
cases, however, seem to be derived from a Hindu origin.
The tutelary animals connected with holy (kramat) places may
perhaps sometimes be in point in this connection: for instance, at
Malacca Pindah, in Malacca territory, I remember seeing the private
burial-place of a certain family (which lived close by), and being
informed by the local village headman that, whenever any member of that
family died, certain tigers were in the habit of wailing (menangis)
round the place at night.
It has been observed by the author (pp. 71, 153, 163) that kramat
animals generally have some physical peculiarity, such as a shrunken
foot or stunted tusk; it may be added that they are sometimes white
(i.e. albino individuals of a species which is not usually white),
and thus marked out from their fellows by the characteristic sacred
colour. I remember reading in the local Straits newspaper some years
ago that a white mouse-deer, which was caught somewhere in the Negri
Sembilan, was regarded by the Malays as kramat: very soon after its
capture, I believe on the same evening, it escaped from its cage
overnight, a fact which no doubt further corroborated the natives in
their belief as to its sacred character. I have little doubt that it
was purposely released by some superstitious Malay, who thought that
no good would come of keeping a sacred animal in captivity.
C. O. B.
LIST OF CHIEF AUTHORITIES QUOTED
Clifford, Hugh. In Court and Kampong. London, 1897.
Studies in Brown Humanity. London, 1898.
Clifford, Hugh, and Swettenham, Frank A. A Dictionary of the Malay
Language, parts i.-iii. letters A-Ch. Taiping, Perak, 1894-1897.
Crawfurd, John. History of the Indian Archipelago, 3 vols. Edinburgh,
1820.
A Grammar and Dictionary of the Malay Language, 2 vols. London, 1852.
A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent
Countries. London, 1856.
Denys, N. B. A Descriptive Dictionary of British Malaya. London, 1894.
Frazer, J. G. The Golden Bough, 2 vols. London, 1890.
Hughes, Thomas P. A Dictionary of Islam, 2nd ed. London, 1896.
Journal of the Indian Archipelago, 12 vols. Singapore, 1847-1862.
[Abbreviated reference, J.I.A.]
Journal of the Straits Branch of the Royal Asiatic Society, 32
Nos. Singapore, 1878-1899.
[Abbreviated reference, J.R.A.S., S.B.]
Klinkert, H. C. Nieuw Maleisch-Nederlandsch Woordenboek. Leiden, 1893.
Leyden, John. Malay Annals. London, 1821.
Marsden, William. The History of Sumatra, 2nd ed. London, 1784.
Third ed. London, 1811.
Maxwell, W. E. A Manual of the Malay Language, 2nd ed. London, 1888.
Miscellaneous Papers relating to Indo-China and the Indian Archipelago,
two series of 2 vols each. London, 1886, 1887.
Newbold, T. J. Political and Statistical Account of the British
Settlements in the Straits of Malacca, 2 vols. London, 1839.
Notes and Queries issued with the Journal of the Straits Branch of
the Royal Asiatic Society, 4 Nos. Singapore, 1885-1887.
Publications of the Straits Branch of the Royal Asiatic Society,
3 Nos. Singapore, 1895-1896.
Selangor Journal, 5 vols. Kuala Lumpur, 1892-1897.
Swettenham, Frank A. Malay Sketches. London, 1895.
Tylor, E. B. Primitive Culture, 2 vols. London, 1871.
Wall, H. von de. Maleisch-Nederlandsch Woordenboek uitgegeven door
H. N. van der Tuuk, 2 vols. Batavia, 1877, 1880.
Yule, Henry, and Burnell, A. C. Hobson Jobson, being a Glossary of
Anglo-Indian Colloquial Words and Phrases. London, 1886.
NOTES
[1] Newbold, British Settlements in the Straits of Malacca,
vol. ii. pp. 360, 361.
[2] Vide Vishnu Purana, vol. ii. p. 109; trans. by Wilson.
[3] The full Malay text of this introduction will be found in the
Appendix.
[4] Lit. "A cube." The cube-like building in the centre of the
Mosque at Makkah (Mecca), which contains the Hajaru 'l-Aswad, or
black stone.--Hughes, Dict. of Islam, s.v. Ka`bah.